Cara efektif Berantas LGBT, Ini Saran MUI Sumbar

Penulis -

Selasa, 13 November 2018 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menilai peraturan nagari jauh lebih efektif digunakan untuk mencegah dan memberantas perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

“Kalau pakai Peraturan Daerah selama ini kerap tumpul, tapi kalau peraturan nagari langsung mengakar di tingkat masyarakat terendah,” kata Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu pada rapat pembahasan LGBT bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Gusrizal menyampaikan pernah menawarkan kepada Pemerintah daerah yaitu Agam dan Bukittinggi untuk menghadirkan perangkat nagari mendorong pembuatan peraturan nagari dan menerapkan hukum adat bagi pelaku LGBT.

“Jadi pemerintah daerah cukup mengundang enam perangkat nagari, MUI siap memberikan arahan bersama tenaga medis dan pemangku kepentingan terkait,” katanya.

Ia menilai hukum adat akan efektif karena ruang gerak pelaku akan lebih sempit.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Pada sisi lain ia mendorong dibuka nama pelaku LGBT yang masuk kategori ideologis untuk mencegah lebih banyak korban.

Menurutnya selama ini pelaku LGBT nyaman berada di tengah masyarakat bahkan banyak yang melakukan praktik terlarang tersebut di rumah orang tua dan tempat kos.

“Artinya selama ini lingkungan masyarakat cenderung permisif sehingga perilaku LGBT leluasa,” kata dia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Oleh sebab itu harus dibangkitkan ketidaksukaan terhadap perilaku tersebut karena ini masuk kategori keji dan mungkar, katanya

“Saya lihat sekarang masyarakat cuek saja, padahal semua pihak harus sepakat mulai dari orang tua, masyarakat hingga pemerintah,” kata dia.

Ia menekankan yang perlu dilakukan adalah menanamkan kesadaran perilaku itu harus dibenci bukan orangnya karena ada peluang untuk bertobat. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB