Jakarta, Prokabar – Keyakinan Lola Amaria patut diacungi jempol. Artis peran satu ini tak terganggu dengan hasil yang didapat dari penayangan film dokumenter religi ‘Pesantren’ di bioskop.
Terlebih film yang disutradarai Shalahuddin Siregar tayang bersamaan dengan jadwal film horor yang dinanti, 4 Agustus mendatang. Ditanya tentang kekhawatiran apakah film ‘Pesantren’ dilirik penonton nantinya, Lola Amaria punya jawaban bijak.
“Resiko, dalam segi genre pasti beda. Rugi atau lainnya, saya mendapatkan ilmu barokah. Jadi nggak berharap apapun dari film ini selain menyebarkan nilai kebaikan. Karena pahala itu bukan uang, saya percaya itu,” tegas Lola Amaria yang jawabannya itu menuai pujian dari Ketua Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaiman Iskandar.

“Saya akan mengundang anak anak sekolah non pesantren untuk menyaksikan film ‘Pesantren’ ke bioskop. Film ini syarat akan kisah kehidupan santri dalam mempelajari ilmu Islam di pesantren. Jadi tidak ada lagi asumsi negatif tentang pesantren di luar sana,” sambung pria yang akrab disapa Cak Imin ini.
Baca Juga : Usai Debut Film Horor, Hiroaki Kato Rilis Single Terbaru ‘Tidak Apa Apa’
Film Pesantren bercerita tentang kehidupan para santri di Pondok Kebon Jambu Al Islamy, Cirebon dan diproduksi oleh Negeri Films dan didistribusikan oleh Lola Amaria Production.
“Film Pesantren ini dirilis pada 2019 dan dipertontonkan secara langsung di Amsterdam, Belanda dalam ajang International Documentary Festival Amsterdam,” cerita Lola Amaria.

“Saya membawa keliling film ini ke 10 pesantren. Awalnya dirilis 2019 di Belanda, lalu 2020 seharusnya dirilis tapi pandemi jadi ketahan dan baru naik ke bioskop 4 Agustus mendatang dengan layar terbatas,” lanjut Lola Amaria.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki 25 ribu pesantren. Karena terkesan tertutup, banyak stigma negatif yang dilekatkan padanya, padahal sebenarnya apa yang kita tahu tentang institusi pendidikan tertua di Indonesia ini?
Baca Juga : Keren! Film ‘Rio The Survivor’ Raih 24 Penghargaan di Festival Film Internasional
“Film Pesantren adalah usaha untuk mencari tahu tentang hal itu, tentang bagaimana kehidupan para santri di pesantren melalui kisah dua santri dan guru muda di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy, sebuah pesantren terbesar dengan 2000 santri di Cirebon, Jawa Barat. Pondok pesantren ini adalah pesantren tradisional pada umumnya, tetapi istimewa karena dipimpin oleh perempuan,” tambah Lola.
Shalahuddin Siregar—sutradara dan produser—mengatakan dia tidak hanya ingin membuat film yang hanya menjelaskan apa itu pesantren, tetapi ingin melihat lebih dalam hal yang jarang dibahas di luar, maka film ini fokus pada bagaimana Islam dari sudut pandang perempuan. (beb)
















