Daerah

Cantiknya, Rafflesia Arnoldi kembali Mekar Di Paninjauan

Agam, Prokabar — Rafflesia Arnoldi kembali mekar di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Proses mekar sejenis jamur berbentuk bunga langka tersebut diperkirakan sejak Selasa (7/1) kemarin. Sementara, di hari Rabu (8/1) sudah mulai terlihat tidak terlalu segar lagi.

Walinagari Paninjauan, Tomi Candra Putra kebetulan berkunjung ke lokasi bersama jajarannya sangat senang adanya potensi hebat tersebut. “Rafflesia sangat dikagumi masyarakat dunia dan para ahli biologi. Selalu ramai bila diketahui keberadaannya oleh wisatawan dan ilmuan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan potensi di Nagari Paninjauan sangatlah banyak. Terutama keindahan alam air mancur, tracking, hiking dan ditambah lagi adanya Bunga Rafflesia ini.

“Potensi ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Terutama pengunjung banyak, otomatis masyarakat dapat berjualan di sekitar lokasi. Dan secara tidak langsung, masyarakat dan pelajar mendapat wawasan dan ilmu pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan tersebut,” terang Tomy.

Untuk kedepannya, Ia akan menjalin kerjasama dengan pemilik lahan, Pemda Agam dan BKSDA resor Agam untuk pengembangan lebih lanjut. “Kami di nagari, tidak memiliki jangkauan yang begitu luas. Dengan adanya bantuan BKSDA dan Pemerintah Kabupaten nantinya, jelas akan jangkauan regulasi maupun penganggaran akan semakin luas pula nantinya,” ujarnya.

Selain berkunjung, Walinagari Paninjauan bersama Babinsa dan pengunjung berkesempatan membuat pagar darurat, agar dapat terlindungi. Dengan adanya pembatas dan rambu-rambu, pengunjung tidak sembarangan masuk dan melihat Rafflesia Arnoldi secara liar.

Sementara itu, Fajri salah seorang pengunjung mengatakan sangat senang berkesempatan berkunjung ke lokasi tumbuhnya Rafflesia. “Tumbuhan ini adalah tanaman langka yang dilindungi Undang-undang. Tentu kita sangat berharap dapat dijaga baik masyarakat dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Di lain tempat, Ade Putra selaku Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam menyambut baik respon Walinagari Paninjauan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik respon ataupun tanggapan dari siapapun yang peduli dan berkeinginan menjadikan tumbuhan langka dan dilindungi ini sebagai sarana wisata edukasi konservasi. Dan BKSDA siap bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Mengingat ini adalah potensi yang langka dan menarik. tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kaidah-kaidah etika wisata alam,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top