Camat Tanjung Raya Hadirkan Dosen FIB Unand, Retrospeksi Sejarah Trio Amrullah

Penulis -

Kamis, 14 Maret 2019 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya melakukan terobosan pencerdasan kepada masyarakat, khususnya untuk Nagari Sungai Batang. Menggelar loka karya Retrospeksi Buya Hamka beserta buyutnya sebagai ulama terkemuka di Ranah Minang. 

Pemberian materi itu bertujuan mengembalikan pemahaman sejarah yang sudah lama terlupakan masyarakat tersebut. Dan gagasan tersebut berkat dorongan sekelompok pemuda yang bersatu, meminta Camat Tanjung Raya, Handria Asmi menggelar loka karya dihadiri pemateri berkompeten dari Unand.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan rentetan kegiatan sebelumnya, semangat banagari, semangat ber-Buya Hamka semakin hari semakin lebih baik,” tutur Camat Tanjung Raya.

Handria melanjutkan sekarang tua, muda, anak muda, pemuda, ibu-ibu hari ini berkumpul sekitar 100 orang. Kegiatan di aula Kecamatan Tanjung Raya ini mengikuti loka karya Sejarah Buya Hamka. “Dasar Pada hari ini adalah tentu saja kita berterimakasih kepada pemuda-pemuda Batung Panjang, terkabung ingin kembali mengangkat harkat dan marwah Buya Hamka,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menegaskan ini yang sangat diharapkan, peranan pemuda dengan gagasan inovatif Dan kreatif. Keinginan dari bawah terutama pemuda inilah yang kita harapkan. Pihak Kecamatan Tanjung Raya, hanya menfasilitasi saja. “Makanya kedepan, kami berharap ini terus berlanjut dengan diskusi-diskusi ringan. Selain kita membangun potensi wisatanya, kita harus membangun karakter kita tentang keteladan Buya Hamka,” ujar Handria.

Sementara itu, Alizar Kahar Datuk Sati, salah seorang tokoh masyarakat sangat bangga dan senang terlaksananya pertemuan tersebut. Karena sangat memberi pencerahan kembali tentang tikam jejak Trio Amrullah, selaku nenek moyang masyarakat Sungai Batang.

“Sejarah Intelektual Buya Hamka beserta Haka dan Syekh Muhammad Amrullah akan terus kita gali. Silsilah keturunan maupun perjuangan yang dilakukan Tokoh Ulama asli Sungai Batang ini sangat penting. Adanya loka karya dengan narasumber Dr. Pramono asal akademisi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, jelas telah mencerahkan kembali sejarah tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ninik Mamak tersebut kembali menerangkan, ternyata Kutubchanah merupakan pusat perenungan dan pembelajaran Haka dalam mendalami Ilmu agama Islam. Pusat sejarah intelektual ulama Haka beserta para sahabatnya.

“Menurut Ilmu yang didapat dari Dosen Unand tersebut Sungai Batang dapat menjadi Sejarah Pusat Intelektual dan Pembaharuan Islam di Ranah Minang. Karena di Kutubchanah masih tersimpan bukti sejarah berupa karya asli Haka berupa manuskrip,” harapnya.

Rudi Yudistira, tokoh muda penggagas kegiatan tersebut berharap kegiatan hendaknya terus berlanjut. Pasalnya, pedalaman sejarah tidak bisa satu pertemuan saja. Butuh berkelanjutan jika ingin marwah Buya Hamka benar-benar hidup ditengah masyarakat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Agam, sangat terfokus pada pengembangan pariwisata reliqius Perkampungan Buya Hamka. Bila penanaman nilai-nilai Islam dan Sejarah Buya Hamka lebah dalam diri masyarakatnya, mustahil pencapaian hakikinya wisata reliqius dapat terwujud,” ungkapnya.

Rudi kembali mengutarakan pemuda-pemudi, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, walinagari, wali jorong dan semua komponen lainnya harus bersatu padu. Membangkitkan kembali marwah Trio Amrullah, butuh perubahan revolusi mental pada seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini pemuda Sungai Batang, khususnya di Jorong Batung Panjang, telah terbentuk komunitas Pemuda Pelopor Generasi Hamka. Mereka bertugas menggali dan melestarikan sejarah Hamka, Haka, Syekh Muhammad Amrullah Bahkan Syekh Guguk Garur nantinya. Dukungan semua pihak sangat diharapkan,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB