Tanah Datar, Prokabar – Buntut dari penyegalan Kantor Walinagari Rambatan oleh warga di Jorong Rambatan, ninik mamak dan cadiak pandai jorong Rambatan, Pihak kecamatan, Polsek dan Dandramil duduk bersama di kantor Jorong Rambatan, senin ( 19/11).
Dalam kesempatan tersebut, camat Rambatan meminta warga kembali membuka Kantor Walinagari tersebut. Camat menilai, penutupan kantor tersebut tidak lah elok, karena ini diduga hanya persoalan personal dan bukan salah dari pemerintahannya.
“Saya minta, kantor Walinagari kembali dibuka. Yang diduga bersalah itu personalnya, bukan pemerintahan nagarinya,” ucap camat Rambatan Dedi di hadapan masyarakat.
Selain itu, terkait telah dilaporkannya kasus balai balai adat yang mirip kandang kambing oleh Walinagari Rambatan Edi Indra tersebut, camat menilai itu sah-sah saja, karena itu hak masyarakat. Meski demikian, camat menilai jika alangkah baiknya, sebelum adanya pelaporan, ada pembicaran secara internal, antara masyarakat, ninik mamak dan yang bersangkutan.
“Tolong kita bicarakan dengan cara yang baik. Kalau perlu adakan rapat nagari, kita panggil beliau, kita ungkapkan ini yang diinginkan masyrakat,” tambahnya.
Selain itu, Camat Rambatan juga menambahkan tidak adanya transparansi yang dilakukan oleh Walinagari seperti laporan oleh masyarakat, camat mengaku jika masyrakat dapat berperan menjadi kontrol sosial di pemerintahan nagari.
Pihak kecamatanpun mengaku telah mendatangi 5 Nagari dan meminta pihak Nagari untuk transparan dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan di Nagari.
“Khusus di Rambatan, kita sudah sampaikan agar dilakukan transparansi. RAB boleh masyarakat melihat, kalo SPJ itu tidak boleh dan itu kewenangan penyidik. Semua pembangunan di rambatan kita susah pantau, dan sudah kita beri catatan, tentunya tidak seluruhnya karena keterbatasan kami,” ujar Camat di hadapan masyarakat Jorong Rambatan.
Camat berharap, masyarakat berharap dapat berkumpul dan menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah.
“Sepanjang kita masih bisa mengingatkan, kita akan ingatkan Walinagari,” ujarnya.(eym)
















