Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Camat Ini Dorong Walinagari, TKSK Dan Pendamping PKH Tandai Rumah Penerima Bantuan

Dibaca : 523

Maninjau, Prokabar — Mempertegas penerima bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya mendorong Pemerintah Nagari Maninjau bersama TKSK dan Pendamping PKH untuk menandai rumah tangga miskin pada penerima bantuan, Selasa (28/4). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengakuratkan data penerima bantuan, agar tepat sasaran.

Kegiatan diikuti langsung Camat Tanjung Raya, Handria Asmi beserta satu orang perangkatnya, Walinagari Maninjau, Alfian, Petugas TKSK serta dua orang Pendamping PKH.

“Pertama, kami Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, mengucapkan terimakasih kepada Walinagari Maninjau bersama jajaran, yang telah bersedia mengikuti saran dan arahan ini. Karena ini sangat penting untuk kepastian penerima PKH tersebut,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi kepada Prokabar.com usai kelapangan memasang label ke penerimaan PKH, Selasa sore (28/4).

Hari ini kita mulai mencoba untuk melabelkan setiap rumah penerima PKH ini, terangnya. Dan untuk tahap awal kita mulai dari Nagari Maninjau.

Targetnya, lanjut Handria, akan berlangsung ke seluruh wilayah Kecamatan Tanjung Raya. Dengan memasangkan label ke tiap rumah penerima PKH, dengan mudah mengetahui siapa yang berhak atau tidaknya. Dan dukungan seluruh Walinagari dan jajaran se kecamatan Tanjung Raya sangat kita harapkan.

“Kita berharap, melalui pemasangan label ini dapat mendorong kesadaran masyarakat. Ketika mereka sesungguhnya tergolong orang mampu, namun masih menerima bantuan. Maka dari sini akan kelihatan. Dan kita berharap, kesadaran masyarakat ini dapat hadir. Dengan sangat diharapkan menyerahkan bantuan itu kepada yang lebih layak,” harapnya.

Walinagari Maninjau, Alfian turut berterimakasih kepada Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya tersebut. Karena telah memberikan jalan dan arahan, terkait penerima bantuan PKH tersebut.

Diakuinya, sering mengalami kesulitan dalam pendataan keluarga miskin tersebut. Apalagi berhubungan dengan bantuan dari pemerintah daerah. Semua orang selalu saja mengaku miskin, sehingga sangat sulit memastikan siapa sesungguhnya yang berhak penerima, dan siapa yang tidak berhak penerimannya.

Selain dari kondisi rumah dan sumber pendapatan, dengan langsung ke lapangan memasang label keluarga miskin tiap rumah. Dapat kita lihat secara langsung, kondisi fisik rumah beserta keluarga penerima bantuan itu sendiri.

“Pekerjaan ini memang tidak mudah, karena harus mendatangi rumah warga itu door to door setiap hari. Meski demikian, pekerjaan ini harus kita tuntaskan demi kemaslahatan kita bersama. Demi keadilan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujarnya.

Nurianis (50), salah seorang penerima PKH mengatakan sangat bersyukur telah didatangi Pemerintah Kecamatan, Kenagarian beserta petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Agam tersebut. Kehadiran tersebut memperkuat keberadaan dan kepastian dirinya sebagai penerima bantuan.

Ia sendiri sangat bersedia rumahnya dipasangkan label keluarga miskin. Karena memang begitu adanya dan kenyataan yang diterima. “Saya masih memiliki anak yang harus melanjutkan pendidikan. Sementara, penghidupan kami sangat jauh dari kata cukup. Dan sangat bersyukur, pemerintah terus memperhatikan kami rakyat kecil ini,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top