Tanjung Raya, Prokabar — Sepertinya, kepulangan masyarakat dari daerah perantauannya sulit dibendung. Buktinya, hampir setiap hari, kepulangan mereka terus bertambah ke Ranah Minang, khususnya di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Menyikapi persoalan itu, hampir setiap hari Pemerintahan Kecamatan dan Polsek Tanjung Raya bersama melakukan pantauan dan pengawalan terhadap saudara dari rantau tersebut. Pasalnya, syukur bila kondisi mereka sehat dan terhindar dari Covid 19. Namun jika ada salah satu saja yang terpapar, akan berdampak buruk terhadap masyarakat banyak nantinya.
Untuk mengantisipasi itu tidak terjadi, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan Kapolsek Tanjung Raya, AKP Yudi Fartanto, Wakapolsek, Iptu Akharuddin dan jajaran selalu berkoordinasi dalam pengawasan kedatangan dan aktifitas pergerakan tersebut.
“Kami bersama Bapak Kapolsek dan jajaran, hampir setiap hari melakukan monitoring, kunjungan dan patroli ke Puskesmas serta daerah kedai-kedai. Memantau dan mendata pendatang atau perantau yang baru saja pulang,” kata Camat Tanjung Raya.
Pergerakan terus terjadi, sehingga membuat pengawasan dan pemantauan semakin gencar dilakukan. Agar tercegah dari penyebaran Covid 19.
Menurut para ahli dan tenaga medis, potensi terjadinya penyebaran Covid 19, berasal pendatang yang berkunjung atau pulang dari daerah pandemic. Terjangkit kemudian menularkannya kepada orang yamg berada di sekitarnya. Hal itu terjadi di Italia, Amerika, Brazil dan negara terparah terjangkit Covid 19.
“Di Nagari Bayur saja misalnya, perantau yang telah pulang sudah mencapai 137 orang, itu terhitung sejak tanggal 12 April kemaren. Dan dimungkinkan terus bertambah,” ujarnya.
Itu baru satu nagari saja baru lanjutnya. Di Tanjung Raya, ada sembilan kenagarian ditambah satu nagari persiapan Dalko. “Kepulangan perantau rata-rata hampir sama di setiap nagari,” tuturnya.
Kondisi tersebut jelas akan berdampak buruk pula kepada tenaga medis yang ada di puskesmas. Karena jumlah tenaga medis di satu unit puskesmas hanya ada 4 orang dokter dan 5 orang perawat. Selebihnya 14 orang bidan, dua orang tenaga gizi dan administrasi.
“Total perantau yang tercatat pulang sekitar 330 orang di Tanjung Raya. Dan kemungkinan akan terus bertambah. Membuat tingkat pengawasan semakin gencar. Dalam hal ini, kami menghimbau perantau, untuk menunda pulang kampung. Ini demi kebaikan kita bersama,” Ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Raya, AKP Yudi Fartanto didampingi Wakapolsek Iptu Akhiruddin mengatakan kepedulian Bersama melawan Covid 19, merupakan kunci keberhasilan. “Kita sepakat bahwa wabah Covid 19 adalah musuh kita bersama. Untuk itu, mari kita sama-sama patuhi himbauan ini. Agar kita terhindar dari penyebaran Covid 19,” terang Kapolsek.
Setiap hari di Sumatra Barat terus saja bertambah korban yang terjangkit Covid 19. kondisi ini dikuatirkan akan merambah pula ke wilayah Kabupaten Agam hingga Kecamatan Tanjung Raya.
“Untuk memutus mata rantai Covid 19, hanya bisa dilakukan dengan pembatasan selektif pada setiap preventif individual. Artinya, setiap individu saling berkaitan dengan yang lain. Jika satu orang saja kena, dampaknya akan berdampak pula kepada orang lain. Jadi, setiap individu harus melakukan sosial atau physical distensing. Ayo kita jaga jarak dan perbanyak di rumah. Jika harus keluar rumah, diharuskan menggunakan masker. Cuci tangan sesering mungkin pakai hand sanitaizer, dan hindari bersalam untuk sementara waktu,” pungkas AKP Yudi Fartanto. (rud)
















