Peristiwa

Bus Maut Gumarang Jaya Menyalip di Jalan Sempit


Nekat menyalip di jalanan sempit, Bus Gumarang Jaya menabrak tiga siswa Sekolah Dasar (SD), Kamis (15/4).

Bus Gumarang Jaya menabrak lima siswa sekolah dasar di di jalan lintas Sumatera, Padang Panjang Solok, tepatnya di Kenagarian Batipuh, Tanah Datar, Kamis (15/4)

Bus Gumarang Jaya menabrak lima siswa sekolah dasar di di jalan lintas Sumatera, Padang Panjang Solok, tepatnya di Kenagarian Batipuh, Tanah Datar, Kamis (15/4)

Dibaca : 766

Batusangkar, Prokabar.com –  Nekat menyalip di jalanan sempit, Bus Gumarang Jaya menabrak tiga siswa Sekolah Dasar (SD), Kamis (15/4).

Kejadian di Jalan Umum Padang Panjang menuju Solok, Jorong Baringin, Nagari Pitalah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.

Tepatnya, kejadian tersebut di depan SDN 03 Pitalah.

Baca Berita Terkait:

Sebanyak tiga siswa SD tewas di tempat, sementara dua siswa lainnya mendapatkan perawatan di RSUD Kota Padang Panjang.

Bus Gumarang Jaya hendak menyalip bus ANS yang berada di depannya.

Tapi naas,  supir Bus Gumarang Jaya hilang kendali.

Baca Juga Milenialisme.com

Bus itu menaiki trotoar dan akhirnya membawa maut bagi siswa SD berseragam pramuka tersebut.

Siswa SD tersebut terlihat tergeletak di jalan dalam keadaan tak bernyawa.

Seketika pekik histeris mewarnai lokasi kejadian.

Pemandangan memilukan hati, sebab sekejap saja nyawa anak-anak itu melayang.

Sekolahnya berduka, kawan-kawannya menangis, orangtua korban pun terlihat pingsan.

Jangan Sebar Foto dan Video Lakalantas Gumarang Jaya

Kepolisian sedang mencari dalang penyebar video dan foto pertama terkait kecelakaan tragis Bus tersebut

Bagi yang mengedarkan foto dan video tersebut silahkan tangkap saja.

Sebab foto dan video tersebut mengandung unsur memilukan.

Dalam Kaidah Etik Jurnalistik, pers sangat tidak boleh melakukan hal serupa.

Tapi foto dan video sadis itu tetap saja beredar entah oleh siapa.

Netizen dengan enteng membagi-bagi foto dan video berdarah.

Pers di Padang pernah marah karena potongan kepala manusia korban kecelakaan kereta api, disebar netizen.

Pers jelas dilarang melakukan itu karena melanggar kode etik jurnalistik ayat 4:

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Kini pihak kepolisian sedang melacak pengedar pertama foto tersebut.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top