Bus Maut Gumarang Jaya Menyalip di Jalan Sempit

Penulis -

Kamis, 15 April 2021 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Gumarang Jaya menabrak lima siswa sekolah dasar di  di jalan lintas Sumatera, Padang Panjang Solok, tepatnya di Kenagarian Batipuh, Tanah Datar, Kamis (15/4)

Bus Gumarang Jaya menabrak lima siswa sekolah dasar di di jalan lintas Sumatera, Padang Panjang Solok, tepatnya di Kenagarian Batipuh, Tanah Datar, Kamis (15/4)

Batusangkar, Prokabar.com –  Nekat menyalip di jalanan sempit, Bus Gumarang Jaya menabrak tiga siswa Sekolah Dasar (SD), Kamis (15/4).

Kejadian di Jalan Umum Padang Panjang menuju Solok, Jorong Baringin, Nagari Pitalah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.

Tepatnya, kejadian tersebut di depan SDN 03 Pitalah.

Baca Berita Terkait:

Sebanyak tiga siswa SD tewas di tempat, sementara dua siswa lainnya mendapatkan perawatan di RSUD Kota Padang Panjang.

Bus Gumarang Jaya hendak menyalip bus ANS yang berada di depannya.

Tapi naas,  supir Bus Gumarang Jaya hilang kendali.

Baca Juga Milenialisme.com

Bus itu menaiki trotoar dan akhirnya membawa maut bagi siswa SD berseragam pramuka tersebut.

Siswa SD tersebut terlihat tergeletak di jalan dalam keadaan tak bernyawa.

Seketika pekik histeris mewarnai lokasi kejadian.

Pemandangan memilukan hati, sebab sekejap saja nyawa anak-anak itu melayang.

Sekolahnya berduka, kawan-kawannya menangis, orangtua korban pun terlihat pingsan.

Jangan Sebar Foto dan Video Lakalantas Gumarang Jaya

Kepolisian sedang mencari dalang penyebar video dan foto pertama terkait kecelakaan tragis Bus tersebut

Bagi yang mengedarkan foto dan video tersebut silahkan tangkap saja.

Sebab foto dan video tersebut mengandung unsur memilukan.

Dalam Kaidah Etik Jurnalistik, pers sangat tidak boleh melakukan hal serupa.

Tapi foto dan video sadis itu tetap saja beredar entah oleh siapa.

Netizen dengan enteng membagi-bagi foto dan video berdarah.

Pers di Padang pernah marah karena potongan kepala manusia korban kecelakaan kereta api, disebar netizen.

Pers jelas dilarang melakukan itu karena melanggar kode etik jurnalistik ayat 4:

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Kini pihak kepolisian sedang melacak pengedar pertama foto tersebut.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB