Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bupati : Setelah Pulang Sekolah Jangan Lagi Kemana-mana, Langsung Pulang

Dibaca : 1.1K

Tanah Datar, Prokabar – Pemenrintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forkopimda kembali melakukan peninjauan terhadap proses pembelajaran tatap muka yang saat ini tengah berlansung, rabu (20/1). Peninjauan tersebut dilakukan dibeberapa sekolah yang ada di pusat kota Batusangkar, seperti SMPN 1 Batusangkar, SMPN 2 Batusangkar dan MTSn 6 Batusangkar.

Bupati Tanah Datar bersama Forkopimda dan didampingi oleh beberapa OPD lansung menyambangi beberapa lokal untuk melihat secara lansung bagaimana PTM dilaksanakan. Dari pantauan dilapangan, masih ditemukan beberapa persoalan, seperti anak didik yang tidak menggunakan faceshield, tempat duduk yang tidak sesuai jarak yang diatur, siswa tidak memiliki handsanitizer dan peserta didik yang tidak membawa bekal makanan ke sekolah.

Dalam kesempatan itu Dinas Kesehatan juga memberikan arahan kepada siswa terkait penggunaan masker yang baik dan benar. Selain itu, siswa juga diminta untuk bisa membawa bekal makan dan minum dari rumah masing masing, dan hal ini dikarenakan pihak sekolah tidak dibolehkan unruk membuka kantin.

“Jadi masker medis itu hanya bisa digunakan selama 4 jam, tidak boleh didaur ulang. Jadi ibuk sarankan anak anak memakai masker kain. Kalau pakai masker kain bisa dicuci sesampai di rumah. Untuk kedepannya, semua bisa membawa bekal makan dan minum dari rumah,” ujar Yesrita, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar.

Sementara itu, Kajari Tanah Datar menegaskan, pihak sekolah bisa menyediakan faceshield maupun handsanitizer dalam mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan sekolah. Pengadaan dari seluruh kebutuhan tersebut dapat direalisasikan melalui dana BOS yang ada.

“Jadi nanti kita akan kembali lagi setelah ini. Bagaimana penggunaan dari dana BOS itu untuk proses PTM. Tolong ini diperhatikan juga bagi kepala sekolah,” ujar Kajari Tanah Datar, Hardijono Sidayat,

Sementara itu, Bupati Tanah Datar saat ditemui disela sela peninjauan mengapresiasi sekolah yang telah bisa melakukan pembelajaran tatap muka ditengah pandemi Covid 19 melanda. Kunjungan atau peninjauan yang dilakukan tak lain bagaimana pemerintah serta Forkopimda melihat sekolah dalam menegakkan protokol kesehatan seperti yang telah diatur sebagai syarat dimulai PTM oleh masing masing daerah.

“Seperti yang kita sampaikan tadi, ini demi keselamatan kesehatan aset generasi penerus kita. Ini menjadi tanggung jawab kita secara bersama sama, termasuk Forkopimda,” ujar Bupati Zuldafri Darma.

Zuldafri Darma melanjutkan, jika pemerintah saat ini belum bisa melakukan evaluasi dari proses PTM yang tengah berlansung tersebut. Evaluasi akan baru bisa dilakukan dua atau tiga hari kedepan.

“Kalau evaluasinya tentu kita belum bisa saat ini. Kita baru melakukan peninjauan, dan kita lakukan setelah ini,” jawab Zuldafri Darma.

Terkait masih banyaknya siswa yang berkeluyuran setelah jam sekolah usai, ditanggapi Bupati jika kedepannya pihak sekolah mesti memberikan himbaun dan mengingatkan siswa untuk tidak lagi melakukan hal tersebut.

“Mungkin ini bagian tanggung jawab kepala sekolah, guru dan komite untuk mengingatkan, menyarankan setelah pulang sekolah jangan lagi kemana mana. Kalau kita kaitkan dengan tindakan yang kita ambil, ini karnanya baru SMP dan baru tamat SD hanya imbauan dan sentuhan sentuhan yang mungkin idealnya kita berikan,” tutup Bupati. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top