Pesisir Selatan, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, berencana penyediaan 10 ribu masker bagi masyarakat, rencana itu sesuai Instruksi Bupati terkait kewajiban memakai masker.
Kepala Bagian (Kabag) Humas, Rinaldi Dasar mengatakan, pangadaan menggunakan anggaran Dinas Kesehatan, bukan dari alokasi dana Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Pessel
“Besaran anggaran Dinas Kesehatan sampai saat ini belum pasti. Ditailnya nanti akan dibicarakan lebih lanjut, “ujarnya wartawan Jumat (10/4) di Painan.
Pemkab Pessel juga belum memastikan pola distribusi 10 ribu masker yang bakal dibuat itu. Yang pasti, lanjutnya, masker bakal dibagikan ke setiap nagari. Namun, berapa masing-masing nagari juga belum pasti.
Selain dari anggaran Dinas Kesehatan, pemerintah kabupaten juga meminta pemerintah nagari (Desa) melalui dana desa untuk menyediakan masker, sesuai dengan kebutuhan di nagari masing-masing.
“Dengan demikian, nanti masyarakat bisa menyerapnya untuk antisipasi penularan virus corona. Itu nanti sesuai kebutuhan di masing-masing nagari,” terang pria yang juga sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pessel itu.
Seperti diberitakan Prokabar.Com sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menginstruksikan pada seluruh masyarakat wajib menggunakan masker, guna antisipasi penyebaran virus corona.
Perintah itu sesuai dengan Instruksi Bupati nomor: 100/08/GTC-IV/2020 tanggal 6 April 2020. Selain masker, lanjutnya, dalam surat itu bupati juga menginstruksikan bagi para perantau yang pulang kampung.
Kewajiban penggunaan masker tersebut berlaku bagi masyarakat yang ingin melakukan aktifitas atau berada di luar rumah untuk kepentingan yang mendesak. Seperti membeli makanan dan bahan pangan.
Kemudian berobat dan membeli obat atau untuk keperluan yang sangat penting. Bagi pendatang yang berkeinginan untuk menetap sementara di Pessel, agar dapat melaporkan diri pada wali nagari dan Puskesmas terdekat.
Selanjutnya, melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kemudian, bupati juga meminta camat, wali nagari dan kepala kampung agar terus mensosialisasikan bahaya covid-19 dan manfaat memakai masker ketika beraktifitas di luar rumah.
“Tujuan melapor itu untuk memutus mata rantai penyebaran corona di Pessel. Sebab, kini banyak para perantau yang pulang dari rantau. Beberapa diantaranya ada yang dari zona merah,” tutupnya,(min)
















