Daerah

Bupati Pasaman Benny Utama Bantu Wartawan Lewat Kijang Innova

Dibaca : 218

Pasaman, Prokabar – Menjalankan amanah jabatan di tengah tahun anggaran berjalan, terkadang menjadi dilema. Apalagi bagi seorang pemimpin di sebuah lembaga besar, seukuran pemerintah daerah kabupaten.

Anggaran berbasis kinerja yang diterapkan pemerintah pusat hingga ke daerah, sepertinya menjadi kekangan bagi kepala daerah membuat kebijakan anggaran di tengah jalan dalam merealisasikan pelayanan maksimal di pemerintahannya.

Seperti hal yang dialami Bupati Pasaman, Benny Utama, pasca dilantik 26 Februari 2021 lal. Keresahan wartawan di Pasaman atas minimnya porsi anggaran kerjasama media yang termuat di DPA Dinas Kominfo tahun 2021, yang sempat dikeluhkan langsung ke Bupati Benny Utama pekan lalu, membuat Benny Utama berpikir keras mencarikan solusi yang seakan mustahil itu.

Sejatinya, menambah alokasi anggaran di tengah tahun berjalan, apalagi dihadapkan pada Surat Edaran Menteri Keuangan, agar Pemda me-refocusing APBD nya buat vaksinasi massal Covid-19, menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah daerah untuk menambah anggaran di setiap program kegiatannya.

Namun itulah Benny Utama, Bupati Pasaman yang telah malang melintang sebagai jaksa, pengacara, pengusaha, wakil bupati, ketua DPRD, dan telah pernah tiga kali dilantik menjadi bupati ini, mengambil keputusan yang begitu simpatik untuk solusi keluhan wartawan di daerahnya.

Dana pembelian mobil dinas bupati yang sudah dianggarkan untuk kendaraan seukuran Toyota Fortuner type tertinggi, diturun drastiskanya ke mobil Kijang Innova saja. Kelebihan dana pembelian mobil dinas itulah yang dialihkan buat penambah anggaran kontrak kerjasama media di Dinas Kominfo Pasaman.

Artinya, mobil dinas jabatan Bupati Pasaman BA 1 D periode ini hanyalah Toyota Kijang innova. “Sudah bagus itu. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat banyak yang susah sekarang, maka mobil dinas bupati cukup Kijang Innova saja,” kata Pak Benny sambil senyum ke wartawan.

Namun Da Ben sapaan familiar H. Benny Utama mengakui, walau anggaran tersebut sudah bertambah, tetapi dana kegiatan layanan media massa tersebut masih sangat minim.

“Saya minta adik-adik wartawan memaklumi dulu kondisi ini, dengan harapan tidak mengurangi semangat kerja sebagai penyambung lidah pemerintah dalam menyampaikan informasi ke publik dan fungsi sosial kontrolnya,” pesan Da Ben. (Ola)

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top