Agam, Prokabar.com – Bupati Agam, Beni Warlis melakukan audensi dan diskusi menampung aspirasi masyarakat di Kecamatan Canduang. Mengumpulkan semua organisasi pemerintahan daerah atau OPD dan menjawab segala permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami melakukan silahturahmi dengan seluruh tokoh masyarakat dari Walinagari, Walijorong, Bamus, Ninik Mamak beserta alim Ulama di Kecamatan Canduang. Tujuan utama kita adalah menjawab langsung kegelisahaan serta permasalahan yang terjadi,” terang Bupati Agam, Beni Warlis saat melakukan monitoring sekaligus sosialisasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di Aula Pertemuan Kantor Camat Canduang, Rabu (24/9).
Sebelum ke kantor camat, Bupati Agam sempat menyinggahi SD Negeri 08 Kubang Duo Koto Panjang, Nagari Bukik Batabuah. Melihat langsung proses realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari monitor Program Nasional dari Presiden RI, Prabowo Subianto itu berjalan lancar dan sukses.

“Dari 18 unit sekolah yang menerima program Makan Bergizi Gratis di Canduang, salah satunya di SD Negeri 08 Kubang Duo Koto Panjang ini. Dan kita melihat langsung, pelaksanan cukup baik. Meski demikian, kita akan terus kawal agar proses pelaksanaan tetap berjalan aman dan lancar,” terangnya.
Usai melihat pelajar sekolah dasar negeri itu melaksanakan MBG, Bupati Agam dan jajaran melanjutkan tujuan ke Kantor Camat Canduang. Jajaran Kecamatan bersama Walinagari, Bamus dan Walijorong se-kecamatan Canduang telah menanti.
Tidak menunggu lama, Bupati Agam beserta jajaran dan tokoh-tokoh masyarakat itu langsung berdiskusi. Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari atau DPMN Agam, Handria Asmi menjadi moderator. Sementara itu, Camat Canduang Syahrul Hamidi memaparkan Informasi awal terkait banyaknya permasalahan selepas Banjir Bandang pada 11 Mei 2024.

“Permasalahan cukup komplit di Kecamatan Canduang, seperti Erupsi Gunung Marapi, kekeringan menyebabkan kesulitan air bersih dan untuk lahan pertanian perkebunan. Sedangkan Program Makan Bergizi Gratis di 18 unit sekolah berjalan aman dan lancar. Serta Program Sawah Pokok Murah juga sukses terlaksana di sejumlah nagari,” ungkap Syahrul Hamidi.
Kendala dari Program MBG adalah sulitnya pihak sekolah untuk meminta menu, tidak ada sarbet dan cuci tangan tersedia.
“Khusus Sawah Pokok Murah, meski terjadi kekeringan, ternyata sangat efektif tanpa irigasi. Hal ini membuktikan kesuksesan Sawah Pokok Murah menjadi penting terus tersosialisasikan kepada masyarakat luas,” tutur Bupati Agam, Beni Warlis saat terima pendapat atau aspirasi masyarakat.
Ia melanjutkan Koperasi Merah Putih sudah terbentuk semua Nagari. Tinggal menunggu petunjuk teknis dan arahan untuk realisasi program dari Pemerintah Pusat.
Walinagari Lasi Adrizal, Walinagari Bukik Batabuah, Firdaus dan Walinagari Canduang Koto Laweh, Muhammad Januar selaras dengan Camat Canduang, permasalahan paling utama adalah irigasi dan kekeringan berhubungan ketahanan pangan. Sebagai program prioritas dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Kabupaten Agam, permasalahan pertanian jadi utama.
“Terdapat 29 hektar puso atau kekeringan khusus padi. Baik gagal panen maupun lahan sawah tidak bisa kembali tergarap akibat dampak banjir bandang. Sedangkan tanaman Hortikultura seperti cabe dan sayur mayur juga mengalami gagal panen sekitar 200 hektar,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Agam Beni Warlis menanggapi langsung dengan solusi. Meminta masing-masing Kepala OPD untuk membantu menyelesaikan permasalah masyarakat Canduang tersebut.
“Dari hasil menampung aspirasi masyarakat Canduang tadi, kita langsung meminta masing-masing Kepala Dinas untuk mencarikan solusi kongkrit. Dengan anggaran terbatas bukan menjadi penghalang bagi kita, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga Pemerintah Pusat mempersamai persoalan masyarakat terdampak Bencana Erupsi Gunung Marapi dan pasca banjir bandang 11 Maret 2024 lalu.” pungkasnya. (rud)
















