Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia

Penulis -

Kamis, 2 Januari 2020 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Bupati Agam, Indra Catri turut mengunjungi Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kamis (2/1). Ia mendampingi kunjungan Wakil Gubernur, Nasrul Abit yang ingin langsung melihat tanaman langka tersebut.

Usai berkunjung, kepada Prokabar.com ia meminta agar BKSDA Sumbar dan Kementerian Kehutanan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Agam dalam pengembangan destinasi wisata alam tersebut.

“Ya, tapi aturan-aturan di kehutanan menghambat kita untuk mengembangkan antraksi wisata Rafflesia. Dia khas tumbuhnya, di tempat yang gelap, tidak ada matahari dan tumbuh dimana dia suka. Nah, biasanya jauh dari pemukiman masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Ia melanjutkan kita teriak-teriak Agam memiliki top Rafflesia. Ada jenis Arnoldi dan tuan-mudae, tapi jauh.

“Ya, ada satu tempat seperti posko untuk titik kumpul dan ada pelayanan. Ada lagi pemandu khusus yang mampu menjelaskan tanaman langka tersebut. Kita bikin jalan, tapi tidak diizinkan. Banyak jalan-jalan menuju ke sana, macam ceritanya. Teori saja itu,” keluhnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Bupati Agam melanjutkan, katanya hutan untuk kesejahteraan rakyat, hutan untuk kebersamaan, hutan untuk apa, tapi untuk masuk ke hutan melihat keajaiban di hutan, lebih susah memegang hajar aswad.

“Jadi, cara berfikir kita yang harus dirubah. Agam sebagai surganya rafflesia, ya kita bikin antraksi. Kita sudah tau pola, November hingga awal Desember atau topnya akhir Desember mekar. Itu bisa dipola, itu bisa sudah bisa kita pasarkan. Dimana Rafflesia itu paling top, Palupuah atau Palembayan di Selingkar Danau Maninjau.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Selama ini banyak terekspos di Palupuah. Tapi ternyata terbanyak di Selingkar Danau Maninjau. Tambah lagi antraksi Danau Maninjau selain keindahan alam, berenang, bersampan, juga Rafflesia. Tapi kalau menderita begini bagaimana? Hajar Aswad sulit, susah tapi aman. Ini susah dan beresiko,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB