Ekonomi

Bunga-bunga Jepang itu, Tumbuh Mekar di Kota Solok

Solok, Prokabar – Mendengar nama Solok, apa yang terpikir? Berasnya. Itu sudah biasa. Sekarang, Pemerintah Kota Solok dibantu total Kementrian Pertanian tengah mengembangkan bunga krisan, tanaman hias yang berasal dari Negara Jepang. Untuk diekspor.

“Petani di Agrowisata Payo, Solok ini keren-keren. Kami senang dan akan support total,” kata Direktur Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian, Dr Suwandi, saat melaunching Agrowisata Payo, di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Rabu (5/12) kemarin.

Selain bunga krisan atau seruni, petani di kawasan Agrowisata Payo juga mengembangkan sederet tanaman lain. Sebut saja manggis yang sudah sejak lama banyak di Solok, jeruk, durian, pisang, salak bahkan kopi khas payo.

Dr. Suwandi yang hadir pada acara Launching Agrowisata Payo, Kota Solok (5/12), menyampaikan Kementan akan terus mendorong pembangunan agrowisata berbasis hortikultura di tanah air.

Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi hortikultura, meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani serta memotivasi masyarakat untuk bertani yang menguntungkan dan gemar mengonsumsi buah sayur unggulan lokal.

Manfaat ganda dari wisata agro, ada unsur manfaat agronya, unsur wisata, edukasi bagi pengunjung serta promosi efektif bagi pangan lokal kita, ujarnya.

Peminatnya sangat banyak, anak anak sekolah berkunjung untuk edukasi dan pengenalan pertanian, mahasiswa dan kampus datang untuk riset dan penelitian, masyarakat umum untuk wisata dan pengenalan budidaya dan hasilnya petik langsung.

Bagi wisatawan asing untuk promosi keunggulan pangan lokal kita. Setiap pengunjung tidak hanya selfie di kebun buah atau bunga krisan, tapi juga belajar interaktif teknik budidaya, menikmati manfaat agronya serta membawa oleh oleh produk hortinya.

Agrowisata salah satu bentuk ekonomi kreatif dari petani di pedesaan. Ini potensi luar biasa untuk dikembangkan mengingat Solok salah satu destinasi wisata selain ke Bukititnggi.

Dalam kesempatan tersebut pak Dirjen Hortikultura berkesempatan meninjau ke kebun krisan yang tumbuh subur 17 jenis krisan warna warni ditanam di payau.

“Bunga krisan saat ini sangat disukai oleh pasar Jepang dan Korea, dan mengharapkan agar bunga krisan asal Kota Solok bisa mengambil peran dalam memenuhi pasar bunga krisan di Jepang dan negara lainnya,” kata Suwandi.

Dia juga menyinggung, belum lama ini,
Menteri Pertanian melepas ekspor perdana 10.000 ton manggis dari Situjuah, Limapuluh Kota. “Kebetulan, hari ini hadir Direktur PT Bumi Alam Sumatera, adinda Muhammad Bayu Vesky. Beliau kemarin ekspor manggis ke China. Setelah ini, kami harapkan bisa durian, atau yang lain,” katanya .

Wako Solok Zul Elfian mengatakan, Payo terkenal krisan. “Melalui bimbingan dari teman-teman Balithi di Cianjur, Alhamdulillah tumbuh. Hasilnya sudah bagus, grade A dan sudah bisa ekspor. Pasaran sudah banyak. “Semoga makin meningkat kualitas dan kuantitas. Diharapkan ini akan terus berlangsung”, ujar Zul Elfian.

Lebih lanjut dirinya menerangkan bahwa dengan dibukanya agrowisata ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan petani khususnya. Dampak ekonomi termasuk di dalamnya bisnis penginapan, travel dan transaksi ekonomi lainnya.

“Semoga Solok menjadi kota yang bermanfaat bagi semua dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Harapannya semoga dapat terus dikembangkan”, lanjut Zul.

Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Asisten bidang Ekonomi Sumbar Benni Warlis menyampaikan bahwa perkembangan pariwisata di Ranah Minang makin menunjukkan geliatnya. Disebutkannya kedatangan 53 ribu wisatawan dalam setahun disertai tingginya lalu lintas penerbagangan menjadi potensi wisata.

“Sumatera Barat memiliki kawasan strategis terdiri dari Bukit Maninjau, Tanah datar dan wisata lainya yg terus berkembang. Ini merupakan peluang sangat besar di bidang wisata. Dihubungkan dengan iklim dan topograsi ini akan menjadi sinergi yang luar biasa. Sebanyak 23,55 persen ditunjang oleh pertanian. Inilah yang dilirik walikota. Bagaimana mensinergiskan antara pertanian dan wisata”, jelas Benni. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top