Agam, Prokabar — Bunga Bangkai atau suweg (amorphophallus paeoniifolius) ditemukan mekar di dalam kebun durian milik warga di Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya, Agam pada Kamis (28/01). Bunga langka itu ditemukan ketika petugas BKSDA bersama mahasiswa jurusan Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan kunjungan ke salah satu pohon terbesar di Indonesia yang berada ditempat tersebut.
“Bunga yang biasa tumbuh di daerah tropis atau asia tenggara tersebut mekar dengan diameter mencapai 33 sentimeter dan tinggi 34 sentimeter dari permukaan tanah. Diperkirakan akan mekar sempurna sampai dengan membusuk selama rentang waktu 7-10 hari,” ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam, kamis malam (28/1).
Bunga bangkai itu sendiri diketahui mengalami dua fase, yaitu Fase Vegetatif atau berdaun yang ditandai dengan adanya batang dan daun serta berlangsung sampai dengan dua tahun. Dan Fase Generatif atau berbunga yang berlangsung selama 7-10 hari.
Berbeda dengan tumbuhan bunga Rafflesia yang disebut bunga berumah dua. Bunga bangkai adalah bunga berumah satu yang memiliki bunga jantan dan betina. Di lokasi saat itu juga ditemukan belasan vegetatif bunga bangkai jenis amorphophallus titanum dan amorphophallus gigas.
“Sampai dengan saat ini, ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah kabupaten Agam, yakni Amorphophallus titanum, Amorphophallus gigas, Amorphophallus paoeniifolius, dan Amorphophallus variabilis,” tutup Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra. (rud)
















