BUMN Hadir Untuk Negeri Bantu Taman Baca Tanah Ombak

Penulis -

Jumat, 23 Agustus 2019 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) 2019 memberikan bantuan untuk komunitas taman baca Tanah Ombak di Padang sebesar Rp35 juta.

“Bantuan yang disalurkan tersebut merupakan program BHUN 2019 sinergi tiga BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Semen Padang dan kami memutuskan program bantuan tersebut tahun ini untuk komunitas taman baca Tanah Ombak,” kata Assistant Manager Environmental Development PT KAI, Yunanto, Jumat (23/8).

Ia mengungkapkan, pemberian bantuan tersebut murni inisiasi dari pihaknya, juga sesuai dengan konsep kebutuhan dan dasar bantuan yang akan diberikan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Lebih lanjut Yunanto menjelaskan, bantuan sebesar Rp35 juta tersebut nantinya berbentuk fasilitas taman dan balai pustaka sebesar Rp20 juta dan Rp15 juta untuk membeli mesin cutting sablon kaos.

“Jadi di Tanah Ombak ini setelah kami survei, komunitas ini juga ada pemberdayaan masyarakat yakni usaha sablon kaos yang nantinya bisa menjadi souvenir bagi pengunjung yang datang ke sini,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ia menambahkan, konsep Tanah Ombak yang menyediakan ruang baca bagi anak-anak dan masyarakat serta membangun budaya literasi dan menularkan nilai-nilai positif di sekitar pemukiman tersebut.

“Ruang baca dan pemberdayaan masyarakat di Tanah Ombak ini konsepnya sangat bagus, kami berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat menunjang tempat ini untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan agar bisa lebih baik lagi,” katanya.

Pengelola Tanah Ombak, Syuhendri memberikan apresiasi dan ucap syukur atas bantuan yang diberikan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya saat ini selain membangun ruang baca bagi anak-anak, juga membuat kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan usaha sablon kaos dan souvenir ciri khas tanah ombak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Nantinya penjualan kaos dan souvenir itu juga kami gunakan untuk menambah fasilitas di tanah ombak,” katanya.

Ia menyebutkan tidak membatasi anak-anak yang datang untuk bermain dan belajar di sana. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu tidak boleh berkata kasar, menjaga kebersihan, tidak boleh main fisik, dan belajar mendengar.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB