Padang, Prokabar – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, pemulangan warga Pesisir Selatan (Pessel) sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Papua.
Koordinator melalui Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, SIP dengan Komandan Korem di Papua.
“Sekarang sedang rapat Forkompimda disana membahas pemulangan dari Papua,” ujarnya, Selasa (24/9).
Wagub mengaku sudah membangun komunikasi dengan warga Sumbar yang ada di Mawena Papua. Informasi terakhir korban sudah berada di rumah sakit setempat.
“Rencananya korban dipulangkan ke Pesisir Selatan. Namun kita tunggu keputusannya, kalau iya kita siapkan mobil jenazah di Bandara Internasional Minangkabau untuk diantar sampai ke kampung halaman,” katanya.
Nasrul Abit atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan turut berduka dan berharap keluarga bersabar atas kejadian tersebut. “Kita juga berdoa semoga warga Sumbar yang ada di Papua tetap waspada,” tukasnya.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Perantau Minang (IKM) Papua menyebutkan, warga Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang menjadi korban akibat kerusuhan di Mawena Papua tidak hanya lima orang, tetapi berjumlah 10 orang.
Ketua DPW IKM Papua, Zulhendri Sikumbang mengungkapkan, dari 10 orang tersebut merupakan para perantau dari Pesisir Selatan yang tinggal dan berdagang di lokasi terjadi kerusuhan
“Jadi saya ralat kembali, bukan lima korban yang dapat musibah di Mawena Papua, ada 10 korban,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari keseluruhan korban yang merupakan warga Pesisir Selatan tersebut, delapannya meninggal dan dua mengalmi luka-luka dengan satu kritis.
“Jadi delapan orang yang meninggal, dua luka-luka dengan satu berkondisi kritis yang sekarang berada di rumah sakit Mawena Papua,” jelasnya. (*/mbb)
















