Nasional

Buka Munas IX LDII, Presiden Ajak Ormas Islam Laksanakan Moderasi Beragama

Presiden Joko Widodo membuka Musyawarah Nasional LDII IX secara daring di Jakarta.

Dibaca : 215

Jakarta, Prokabar – Presiden RI Joko Widodo mengajak ormas Islam untuk melakukan moderasi beragama guna menjaga keutuhan bangsa dan merawat kebhinnekaan dengan mengedepankan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) IX Lembaga Dakwah Islam Indinesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Rabu (7/4).

“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.

Menurutnya dengan modal sosial itu Presiden Jokowi mengatakan sikap toleran, menghargai segala perbedaan, dan keyakinan adalah keharusan.

Sikap ini, menurutnya bisa tumbuh, bila dikembangkan sikap saling menghormati dan belajar dari orang lain.

“Sehingga mencapai sikap saling menghormati dalam perbedaan,” ujar Jokowi.

Sikap tertutup dan eksklusif, menurut Jokowi, tak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sikap tertutup menciptakan intoleransi yang merusak sendi-sendi keagamaan, dan menimbulkan penolakan serta pertentangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pimpinan keluarga besar LDII, untuk menyuarakan dan meningkatkan kehidupan sosial keagamaan kita,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen dan terus berupaya, serta mendorong moderasi beragama. Ia juga menyerukan sikap yang tidak toleran yang disertai dengan kekarasan fisik, harus dihilangkan dari Bumi Pertiwi.

“Sikap beragama yang memecah belah persatuan tak ditoleransi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakandalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, kebangsaan ditempatkan pada posisi pertama.

“Dengan semangat kebangsaan itu, LDII melaksanakan moderasi beragama, berdakwah dengan sejuk. Serta berkomitmen menegakkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Chriswanto.

Moderasi beragama bagi LDII sangat penting karena pangkal dari modal sosial membangun bangsa agar kebhinnekaan yang ada dalam rakyat Indonesia menjadi perekat untuk menjalankan program pembangunan.

Chriswanto menegaskan empati dan dukungannya terhadap pemerintah dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19.

“LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top