Buaya Muncul di Objek Wisata Pessel, Ternyata Dipanggil Sang Raja, Begini Ceritanya

Penulis -

Selasa, 20 Agustus 2019 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Sekelompok buaya yang melintas di Objek Wisata Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), ternyata sedang dipanggil Sang Raja buaya di Negeri Muaro Sakai, Kecamatan Pancung Soal.

Informasi dihimpun prokabar.com Selasa (20/8), buaya yang melintas didaerah itu sekali lima tahun, karena buaya yang ada di Utara dan Selatan sedang dipanggil oleh sang raja di Mauro Sakai untuk berkumpul.

Selain di Carocok Painan, sekelompok buaya juga terlihat oleh pengunjung di peraiaran Muaro Bantiang, Nagari Pulau Karam, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurut cerita orang tua terdahulu, salah seorang tokoh masyarakat Muaro Banting, Pulau Karam, Irus (54) mengatakan, buaya itu sekali lima tahunnya melintas di perairan Pessel melalui jalur laut bukan Jalur sungai.

“Tujuannya, hendak ke Muaro Sakai, karena menurut cerita orang tua terdahulu buaya-buaya itu dipanggil oleh sang raja buaya yang berada di Muaro Sakai, karena, menurut ceritanya buaya yang banyak itu masih di Muaro Sakai, semua buaya yang ada di Pessel dipanggil untuk berkumpul benar atau tidak cerita itu tergantung kita yang menyikapinya, “ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurut cerita orang tua dahulu,  sambungnya, buaya yang ada di Utara dan Selatan sedang dipanggil oleh sang raja buaya di Muaro Sakai.

Tujuannya buaya dipanggil oleh Sang Raja itu, untuk makan bersama di Mauro Sakai. Karena sang raja yang memanggil.

Selain meraka dilanggil, ungkap Irus, adanya tanda bencana akan tiba seperti badai dan gempa.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menceritakan, buaya yang ada di Utara untuk sampai ke Muaro Sakai menghabiskan waktu satu bulan perjalanan, karena jarak tempuh sangat jauh.

“Kata orang tua saya dahulu buaya yang melintas ke Muaro Sakai itu dia istirahat disetiap Muaro (sungai) sepanjang pantai untuk membersihkan matanya, jadi buaya yang sedang dipanggil itu tidak lah jahat, “ujarnya.

Dikatakanya, setelah sampai di Muaro Sakai semua buaya kembali ke tempat asalnya masing-masing. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB