Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

BST dari APBD Tanah Datar hanya Sampai Tahap 2

Dibaca : 498

Tanah Datar, Prokabar – Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Tanah Datar Suhermen menyebutkan keterlambatan pencairan BST tahap 2 bukan hal yang disengaja.

Hal ini disampaikan saat audiensi bersama masyarakat Baringin Lima Kaum saat mrnyambangi Kantor Bupati Tanah Datar untuk mempertanyakan keberlansungan BST yang bersumber dari APBD itu.

Suhermen mengatakan terlambatnya realisasi BST tahap 2 terjadi karena adanya tambahan penerima yang diusulkan oleh nagari. Data awal sebesar 17.344 KK penerima, terjadi penambahan sebesar 15.985 KK atau 92 persen, sehingga total penerima menjadi 33.329 KK. Saat ini, pembahasannya sudah selesai dan sudah disetujui pimpinan daerah.

Penambahan yang signifikan sebut Suhermen berimplikasi terhadap anggaran yang dibutuhkan meningkat drastis.

“Tim Anggaran Pemerintah Daerah menghitung kembali dana yang dibutuhkan serta membicarakan dengan Badan Anggaran DPRD untuk formulasi terbaik yang juga sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sementara di lain pihak, pemerintah daerah sudah melakukan refocussing anggaran untuk penanganan Covid-19 dan mempertimbangkan cadangan anggaran tidak terduga berikutnya menghadapi potensi bencana, walaupun hal tersebut tidak diharapkan terjadi,” jelasnya.

“Setelah dikaji sesuai kemampuan keuangan daerah, maka tahap II penerima akan menerima BST sebesar Rp. 500.000,- per KK dan tidak dilanjutkan ke tahap III. Ini mohon kiranya dapat dimaklumi bersama dan disyukuri sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah,” ulasnya lagi.

Di kesempatan itu, masyarakat diminta perlu bersabar karena masih ada proses berikutnya berupa perubahan peraturan bupati sebagai dasar pembayaran. Rencana semula dibayarkan 3 tahap dengan nominal Rp. 600.000,- per KK menjadi Rp. 500.000,- per KK pada tahap II sementara yang masuk daftar susulan hanya menerima satu kali saja.

“Kita segerakan administrasinya, mudah-mudahan penantian masyarakat penerima BST dapat segera terwujud dalam waktu dekat ini.Untuk itu masyarakat diminta untuk bersabar dan tidak ada kecemburuan antara penerima bantuan Kementerian Sosial, Dana Desa, Dana Propinsi dengan penerima dari dana APBD Kabupaten,” pinta Suhermen.

Kepala Dinas Sosial PPPA Tanah Datar Yuhardi mengatakan BST dari dana APBD Kabupaten bervariasi di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat.

“Masing-masing kabupaten/kota berbeda-beda kebijakannya dalam penyaluran BST sesuai kemampuan keuangan daerah masing-masing. Kita perlu mensyukuri masih melanjutkan penyaluran BLT walaupun nilainya dikurangi, bercermin dari daerah lain, ada yang mampu hanya I tahap bahkan ada daerah yang tidak bisa dari APBD kabupaten,” ujar Yuhardi.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top