BPS: Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 0,91 Juta

Penulis -

Selasa, 15 Januari 2019 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, persentase penduduk miskin pada September 2018 sebesar 9,66 persen atau turun 0,16 persen dibanding Maret 2018, dan turun 0,46 persen dibanding September 2017.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2018 sebesar 25,67 juta orang, atau turun 0,28 juta orang dibanding Maret 2018, dan turun 0,91 juta orang dibanding September  2017,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers di Lantai III Gedung BPS, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, Selasa (15/11) .

Menurut Kepala BPS itu, persentase penduduk miskin   di daerah perkotaan pada Maret 2018 mencapai  sebesar 7,02 persen, turun menjadi  6,89 persen pada September 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 sebesar 13,20 persen, turun menjadi 13,10 persen pada September 2018.

“Dibanding Maret 2018, jumlah penduduk miskin September 2018 di daerah perkotaan turun sebanyak 13,1 ribu orang (dari 10,14 juta orang pada Maret 2018 menjadi 10,13 juta orang pada September 2018),” jelas Suhariyanto.

Sementara itu daerah perdesaan, menurut Kepala BPS Suhariyanto, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 262,1 ribu orang  (dari  15,81 juta orang pada Maret 2018 menjadi 15,54 juta orang pada September 2018).

Mengenai Garis Kemiskinan yang digunakan untuk menetapkan orang miskin, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada September 2018 tercatat sebesar Rp410.670,-/kapita/bulan.

“Dibandingkan Maret 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,36  persen. Sementara jika dibandingkan September 2017, terjadi kenaikan sebesar 6,07  persen,” jelas Suhariyanto.

Adapun komposisi Garis Kemiskinan adalah: Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp302.022,-(73,54 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp108.648,- (26,46 persen).

“Pada September 2018  secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,63 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp1.901.402,-/rumah tangga miskin/bulan,” sambung Suhariyanto.

Menurut Suhariyanto, pada September 2018, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama. Beras masih memberi sumbangan sebesar 19,54 persen di perkotaan dan 25,51 persen di perdesaan.

Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap Garis Kemiskinan (10,39 persen di perkotaan dan 10,06 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,89  persen di perkotaan dan 3,36 persen di perdesaan), daging ayam ras (3,80 persen di perkotaan dan 2,21 persen di perdesaan), mie instan (2,37 persen  di perkotaan dan 2,13 di perdesaan), gula pasir  (2,04 persen di perkotaan dan 2,84 di perdesaan), kopi bubuk & kopi instan (sachet) (1,96  persen  di perkotaan dan 1,81 persen di perdesaan), dan seterusnya.

Sedangkan komoditi bukan makanan yang memberikan  sumbangan terbesar baik pada Garis Kemikinan perkotaan dan perdesaan, menurut Suhariyanto, adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB