BPJS Menunggak, RSUD Hanafiah Batusangkar Krisis Obat

Penulis -

Senin, 6 Januari 2020 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Ketua DPRD Tanah Datar bersama Komisi 3 sambangi RSUD Hanafiah guna mendengar langsung terkait mangkraknya pembangunan poliklinik dan kelangkaan obat yang terjadi. Berdasarkan informasi dalam pertemuan itu, kelangkaan obat di RSUD Hanafiah telah berlansung sejak bulan Mei 2019.

Direktur RSUD Afrizal mengatakan, terkait kelangkaan obat di RSUD terjadi karena terlambatnya pembayaran klaim oleh BPJS kesehatan kepada pihak rumah sakit.

Alhasil, pihak rumah sakit kesulitan untuk mencukupi mengakomodir ketersedian obat bagi pasien. Dihadapan ketua dan komisi 3 DPRD, Afrizal juga mengatakan jika sampai saat ini masih terdapat tunggakan BPJS kepada pihak rumah sakit lebih kurang sebesar Rp15 Miliar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Akibat kelangkaan obat, sebagian pasien kronis harus mendapatkan sebagian obat. Jika pasien harus mendapatkan obat untuk satu bulan, maka diberikan untuk 15 hari dulu, nanti kembali lagi, baru diberikan 15 hari lagi.
Kondisi lainnya, pasien harus menebus obat ke apotik, dan kemudian baru bisa diganti oleh pihak RSUD. Karena pihak RS tidak bisa membeli langsung obat keluar. Jadi tidak ada pasien yang tidak mendapatkan obat,” ucap Afrizal.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Lebih lanjut, Afrizal mengaku juga telah melakukan berbagai upaya agar pihak BPJS sesegera mungkin membayarkan klaim yang telah diajukan. Namun, sampai saat ini tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan karena ketersedian uang pembayaran yang tidak memadai.

“Berbagai upaya telah kita lakukan Agar BPJS membayarkan klaim yang diajukan. Waktu itu ada pertemuan di Indo Julito, dengan kondisi BPJS saat itu, BPJS ibarat sudah angkat bendera putih. Kasarnya, uang yang akan dibayarkan itu tidak ada. Kita juga sudah kirim surat terkait pembayaran ke BPJS,” ucap Afrizal.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pada kesempatan itu, Afrizal juga mengungkapkan, adanya pemutusan kerjasama oleh BPJS dengan 2 rumah swasta di Tanah Datar turut berdampak dengan meningkatnya pasien di RSUD Hanafiah. Peningkatan kunjungan pasien terjadi lebih kurang sekitar 30 persen.

“Saat ini, setiap harinya pasien yang datang untuk berobat itu ada sekitar 500 orang. Memang terjadi peningkatan karena tidak kerjasamanya BPJS dengan dua pihak RS swasta.,” ujarnya lagi.

Selain krisis obat, akibat nunggaknya pembayaran BPJS itu juga terlambatnya pembarayan gaji pegawai BULD.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB