BPJamsostek Lindungi Guru Mengaji dan Marbot se Kota Bukittinggi

Penulis -

Jumat, 7 April 2023 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Sebanyak 881 orang guru mengaji dan marbot masjid se-Kota Bukittinggi telah diikutsertakan sebagai peserta BPJamsostek dalam dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

“Anggaran untuk pembayaran iuran JKK dan JKm itu dialokasikan dari APBD Kota Bukittinggi tahun 2023,” kata Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, Rabu (5/4/2023).

Adapun 881 orang yang diikutsertakan program tersebut merupakab semua guru mengaji di TPA, TPQ dan MDA, guru swasta, serta penjaga masjid dan mushala atau marbot yang terdaftar di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Bukittinggi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Mereka adalah pahlawan agama di Kota Bukittinggi yang berhak mendapat perlindungan jaminan sosial,” kata Wako.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJamsostek Bukittinggi, Iddial menjelaskan manfaat yang diterima para guru mengaji dan marbot peserta program ini antara lain jaminan pengobatan gratis sampai sembuh, apabila mengalami kecelakaan kerja.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Mereka juga diberikan pendapatan selama masa perawatan dan tidak sanggup bekerja. Seandainya terjadi musibah kematian, maka para ahli waris berhak menerima santunan dan beasiswa bagi anak mereka yang masih sekolah.

“Jika meninggal karena kecelakaan diberi jaminan 48 kali besar upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” sebut Iddial.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara, jaminan kematian yang dapat diterima Guru Mengaji, Garin dan Guru Honor ketika meninggal karena sakit diberi jaminan Rp 42 juta.

“Untuk ahli waris juga diberikan uang santunan serta beasiswa untuk dua orang anak dengan jumlah beasiswa berbeda dengan jenjang pendidikan,” pungkasnya.

Iddial berharap, program ini bisa memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi para guru mengaji dan marbot untuk bekerja. (*/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB