Limapuluh Kota, Prokabar – Jumlah kerugian akibat bencana banjir dan longsor di tujuh kecamatan di Limapuluh Kota, Sabtu dan Minggu (4/11) kemarin, ditaksir menembus angka Rp6 miliar.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jhoni Amir, usai mengantarkan bantuan mendampingi Bupati Irfendi Arbi, di sejumlah titik, Senin (5/11).
“Hitungan sementara kisaran Rp5,8 miliar. Tapi kami prediksi, setelah seluruh hitungan kerugian tuntas, ini bisa menembus Rp6 miliar, bahkan lebih,” sebut Jhoni Amir.
Dia menyebut, adapun dampak bencana banjir, mengakibatkan 400 unit rumah terendam dan mengalami kerusakan ringan dan sedang. “Kerugian rumah ini saja, kisaran Rp859 juta,” jelasnya.
Belum lagi, lahan pertanian kata Jhoni Amir, juga rusak seluas 174 Hektare dengan kalkulasi kerugian Rp870 juta. Untuk sektor perikanan, kerugian ditaksir Rp1,6 miliar.
Sedangkan ternak yang mati akibat bencana, tidak banyak. Ada 16 kandang ayam yang diseret air. “Kerugian ayam ini, kisaran Rp17 juta,” imbuhnya.
BPBD juga memastikan, dua jembatan rusak.
Ditambah, ambruknya badan jalan di batas Situjuah Batua dan Tungka. Jalan ini sudah lama terban. Akibat hujan deras, kembali berlobang.
“Untuk kerugian jembatan dua unit, kisaran Rp750 juta dan tiga titik ruas jalan yang rusak, kisaran Rp1,7 miliar,” terang mantan Kabag Humas Setdakab Limapuluh Kota itu.
Kemudian, juga hanyut satu unit rumah warga ditambah kerusakan satu unit mushaallah. “Ini belum masuk di sektor pendidikan,” demikian Jhoni Amir.
Dia menyebut, data itu baru sementara. Belum final. (vbm)
















