Agam, Prokabar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat data sementara, sebanyak 27 kasus bencana pohon tumbang berlangsung sejak Kamis lalu, (1/4) hingga Minggu (4/4). Kejadian berlangsung di 11 Kecamatan di 27 nagari.
“Di Lubuk Basung terdapat empat titik lokasi pohon tumbang. Pertama di belakang Vila Tiara V Sitingkah Tangah, Jorong II Balai Akaik, Kecamatan Lubuk Basung. Merusak satu unit rumah warga. Jemison di Labu Pacah, Jorong IV, Nagari Garagahan Kecamatan Lubuk Basung. Mengenai atap rumah warga,” terang Syafrizal, Kabid Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Agam, Minggu siang (4/4).
Syafrizal melanjutkan, pohon tumbang disertai angin kencang selanjutnya terjadi di Berok, Jorong Batang Piarau, Nagari Kampung Pinang, Kecamatan Lubuk Basung. Merusak 2 unit rumah pada bagian dapur. Di Vila Tiara 6 Jorong II Balai Akaik, Nagari Lubuk Basung juga merusak 1 unit rumah.
“Di Kecamatan Tanjung Raya, pohon tumbang disertai angin kencang terjadi di Intake PLTA Maninjau, Jorong Muko-Muko, Nagari Koto Malintang. Menutupi Ruas Jalan Muko-Muko menuju Sigiran. Kejadian berikutnya, di Batu Anjing, Nagari Koto Malintang. Menutupi ruas jalan,” terangnya.
Pohon tumbang kemudian terjadi di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang. Menimpa satu unit dapur rumah warga. Berlanjut di Jorong Kubu Nagari Koto Malintang, menimpa rumah warga. Sementara di Simpang Koto Gadang VI Koto, angin kencang merusak atap rumah makan Rajo Ameh. Di Jorong Koto Tinggi, Nagari Duo Koto, material pohon tumbang menimpa rumah warga.

Bencana alam tersebut juga menimpa dua titik di Kecamatan IV Koto. Pohon tumbang disertai angin kencang merusak dua unit tiang listrik di Jorong Sungai Jariang, Nagari Koto Panjang. Dan merusak tiga unit rumah warga di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka.
Di Kecamatan Matur tepatnya di Kelok 25 dan Kelok 35, pohon tumbang menutupi ruas jalan. Satu unit rumah rusak akibat diterpa angin kencang. Di Ampek Nagari, pohon tumbang menimpa satu unit rumah warga di Padang Sibalungkiang, Jorong Lubuk Alung.
Daerah terparah, terdapat di Kecamatan Baso. Ada empat titik bencana alam dengan kerusakan sarana prasarana serta rumah warga. Seperti di Tabek Panjang akses jalan tertutup dan satu unit rumah dan masjid diterpa angin kencang serta pohon tumbang.
Lokasi lainnya, berada di Nagari Padang Tarok. Satu unit rumah diterpa angin kencang dan pohon tumbang. Sementara itu, di Nagari Simarasok Kecamatan Baso, terdapat 15 unit rumah kondisi rusak sedang hingga rusak berat. Merusak 4 unit fasilitas Umum berupa dua unit masjid dan dua unit Kantor Wali Jorong yakni Jorong Sungai Angek dan Jorong Simarasok.
Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang, terdapat satu unit rumah rusak. Di Tilatang Kamang terdapat tiga unit rumah rusak, masing-masing satu kejadian di tiga titik. Yakni di Jorong Parak Madu Nagari dan Jorong Induriang di Nagari Kapau dan Jorong Sungai Tuak, Nagari Koto Tangah.
Satu unit rumah dan satu unit SMP di Jorong Dangau Baru, Kamang Hilia Kecamatan Kamang Magek juga mengalami kerusakan. Di Nagari Nan Tujuah, Palupuah, satu unit rumah rusak.
Dan Terakhir di Kecamatan Sungai Pua. Juga daerah terparah terjadi bencana alam angin kencang di Agam. Pertama, berlangsung di Nagari Padang Laweh. Satu unit mesjid rusak ringan pada atap tetas mesjid terangkat. Satu unit MDA rusak ringan dengan sebagian atap terbawa angin. Merusak dua unit tiang listrik tumbang atau patah. Merusak satu unit rumah rusak berat dalam kondisi datar dengan tanah.
Tiga belas unit rumah rusak sedang pada atapnya terbawa Angin. Dua unit warung rusak sedang dalam kondisi atapnya terbawa angin. Lima unit rumah rusak ringan, sebagian atap terbawa angin. Di Jorong Simpang Nagari Batagak Kecamatan Sungai Pua, satu unit rumah warga juga mengalami kerusakan.
“Hingga saat ini, kami masih terus melakukan pendataan terkait jumlah bencana alam yang masih berlangsung. Menghimbau masyarakat tetap waspada cuaca ekstrim. Dan cepat melaporkan kejadian yang sedang berlangsung atau telah terjadi,” tutup Kabid KL BPBD Agam, Syafrizal. (rud)
















