Tanjung Mutiara, Prokabar – Kebakaran lahan sawit warga terus berlangsung di Rimbo Gadang Aia Maruok, Nagari Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Kejadian diketahui sejak Senin (8/2) lalu, belum diketahui penyebab pastinya.
“Namun kerugian kebakaran lahan sawit warga itu diperkirakan puluhan juta rupiah,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, M. Lutfi didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Syafrizal, Rabu (10/2), saat upaya pemadaman bersama 8 orang tim satgas regu dua BPBD Agam.
Penanggulangan bencana kebakaran itu baru bisa dilakukan Selasa (9/2) kemaren. Dan dimungkinkan akan berlangsung dua hingga tiga hari ke depan. Bahkan bisa lebih.
“Lokasi kebakaran lahan ini cukup jauh ditempuh. Dan tidak bisa langsung membawa kendaraan roda empat atau roda dua. Sehingga peralatan harus ditenteng berjalan hingga 1 km ke dalam lokasi,” terang Kalaksa.
Kondisi diperparah cuaca panas yang telah berlangsung empat hari belakangan disertai angin kencang. “Kita berharap hujan, karena upaya pemadaman cukup sulit dengan kondisi lahan yang cukup luas. Saat ini sudah mencapai 15 hektar, yang sebelumnya hanya 10 hektar,” paparnya.
Tim regu penanggulangan dari BPBD Agam dibagi tiga dengan jadwal khusus pagi dan siang. Satu regu berjumlah 10 orang didampingi Kalaksa dan Kabid KL BPBD Agam.
“Kita menghimbau warga untuk lebih menjaga lahan sawitnya, untuk tidak kembali terjadi kebakaran ini. Selain dapat merugikan usaha sendiri, juga dapat menimbulkan kerugian dan bencana besar dari orang lain,” tutup Lutfi. (rud)
















