Bonjol, Benteng Tersulit Ditaklukan Penjajah Belanda di Minangkabau

Penulis -

Minggu, 18 Juni 2023 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Museum Tuanku Imam Bonjol yang mulai diperbaiki dan sudah mulai tampak terawat. (Ola)

Museum Tuanku Imam Bonjol yang mulai diperbaiki dan sudah mulai tampak terawat. (Ola)

Pasaman, Prokabar – Pasaman punya banyak sejarah. Sebagai salah satu daerah kelahiran pahlawan Nasional, Tuanku Imam Bonjol, ternyata Pasaman merupakan salah satu daerah yang sulit ditaklukan oleh penjajah, Belanda.

Bahkan, sejarah dalam perang padri mencatat, Belanda harus mengucurkan materi dan tentara yang melimpah setiap hendak mengambil alih benteng-benteng pertahanan masyarakat yang ada di Pasaman.

Hingga akhirnya, kejayaan Tunku Imam Bonjol harus takluk di tangan Belanda karena dijebak dan ditangkap dengan dalih perundingan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Itu secuil carita sejarah yang ada di Pasaman. Banyak juga peninggalan-peninggalan masa penjajahan dulu yang berhasil diiventaris dan dipugar demi mengingat sejarah perjuangan masyarakat melawan penjajahan Belanda.

Mengingat pentingnya sejarah ini, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman, Pemkab Pasaman ingin para generasi penerus bangsa tidak menyia-nyiakan perjuangan pahlawan terdahulu. Banyak program yang diarahkan untuk mengenang jasa para pahlawan dan sejarah di Pasaman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Bagaimana merasainya para pendahulu kita dibuat oleh penjajah. Untuk itu, di zaman kini, kami ingin para adik-adik pelajar ini bisa meneruskan perjuangan para pahlawan kita meski sudah berbeda zaman. Bagaimana caranya, pahami sejarah. Implementasikan bagaimana daerah, bangsa negara kita ke arah yang lebih baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman, Ade Harlien

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dilanjutkan Kepala Bidang Kebudayaan, Jaafar, kini Pasaman juga focus menjadikan Pasaman tujuan wisata. Ratusan juta Dana Alokasi Khusus (DAK) juga digelontorkan untuk perbaikan sarana dan prasarana di Museum Tuanku Imam Bonjol.

Diakunya, selain perbaikan fisik museum, masih banyak kegiatan kebudayaan yang bakal diselenggarakan di Pasaman. Semua tak lain untuk mengenang sejarah dan budaya yang ada di Pasaman khususnya dan Minangkabau umumnya. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB