Pasaman, Prokabar – Pasaman punya banyak sejarah. Sebagai salah satu daerah kelahiran pahlawan Nasional, Tuanku Imam Bonjol, ternyata Pasaman merupakan salah satu daerah yang sulit ditaklukan oleh penjajah, Belanda.
Bahkan, sejarah dalam perang padri mencatat, Belanda harus mengucurkan materi dan tentara yang melimpah setiap hendak mengambil alih benteng-benteng pertahanan masyarakat yang ada di Pasaman.
Hingga akhirnya, kejayaan Tunku Imam Bonjol harus takluk di tangan Belanda karena dijebak dan ditangkap dengan dalih perundingan.
Itu secuil carita sejarah yang ada di Pasaman. Banyak juga peninggalan-peninggalan masa penjajahan dulu yang berhasil diiventaris dan dipugar demi mengingat sejarah perjuangan masyarakat melawan penjajahan Belanda.
Mengingat pentingnya sejarah ini, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman, Pemkab Pasaman ingin para generasi penerus bangsa tidak menyia-nyiakan perjuangan pahlawan terdahulu. Banyak program yang diarahkan untuk mengenang jasa para pahlawan dan sejarah di Pasaman.
“Bagaimana merasainya para pendahulu kita dibuat oleh penjajah. Untuk itu, di zaman kini, kami ingin para adik-adik pelajar ini bisa meneruskan perjuangan para pahlawan kita meski sudah berbeda zaman. Bagaimana caranya, pahami sejarah. Implementasikan bagaimana daerah, bangsa negara kita ke arah yang lebih baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman, Ade Harlien
Dilanjutkan Kepala Bidang Kebudayaan, Jaafar, kini Pasaman juga focus menjadikan Pasaman tujuan wisata. Ratusan juta Dana Alokasi Khusus (DAK) juga digelontorkan untuk perbaikan sarana dan prasarana di Museum Tuanku Imam Bonjol.
Diakunya, selain perbaikan fisik museum, masih banyak kegiatan kebudayaan yang bakal diselenggarakan di Pasaman. Semua tak lain untuk mengenang sejarah dan budaya yang ada di Pasaman khususnya dan Minangkabau umumnya. (Ola)
















