Daerah

BMKG Segera Pasang 50 Sensor Gempa di Sumbar

Padang, Prokabar – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG (BMKG) akan memasang 50 sensor gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar). Direncanakan pemasangan dilakukan November hingga Desember tahun ini.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, 50 sensor tersebut akan disebar di tiap kecamatan di Sumbar.

“Dari 50 itu, 44 unit dipasang pinggir pantai hingga pegunungan di Sumbar, sedangkan 6 lagi di laut kawasan Mentawai,” ujarnya, Kamis (10/10).

Dilanjutkannya, sensor gempa akan dilakukan uji coba selama satu tahun untuk mengetahui apakah alat tersebut efektif untuk mitigasi. Jika berhasil akan dilaksanakan pemasangan secara masif untuk wilayah Indonesia.

“Diujicoba dulu, nanti kalau efektif kita akan pasang secara masif disetiap wilayah Indonesia,” katanya.

Rahmat menerangkan, sensor gempa bumi yang akan dipasang berfungsi mendeteksi gelombang primer (P) sebelum datang gelombang sekunder (S). Intinya memanfaatkan waktu tiba gelombang P untuk mendeteksi waktu tiba gelombang S yang bersifat merusak.

“Jadi cara kerja sensor menangkap gelombang P saat gempa. Kemudian kita bisa memprediksi berapa kekuatan gelombang S. Sistem ini memang memberikan peringatan dini yang waktunya sangat sempit,” jelasnya.

Menurutnya, pemasangan puluhan sensor sebagai upaya mendekatkan alat pada sumber gempa. server penangkap gelombang akan dipasang di kabupaten dan kota.

“Mudah-mudahan sensor ini bisa memberikan peringatan dini walaupun dalam waktu relatif singkat. Jika alat ini mampu mengurangi resiko korban selama satu tahun ini, kami akan pasang secara masif pada 2020 di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang Irwan Slamet menyebutkan, hingga saat ini sensor yang ada di Sumbar berjumlah 6 buah yang terletak di beberapa titik diantaranya Padang, Padang Panjang, Sungai Dareh, Simpang Empat, Siberut dan Pulai Pagai. Serta, 16 sensor lainnya yang berada di provinsi sekitar.

“Jumlah ini tentunya sangat sedikit dibanding dengan luasan Provinsi Sumbar. Maka untuk merapatkan jaringan sensor gempabumi itu, BMKG sedang membangun shalter yang akan di pasang sensor gempabumi sebanyak 15 lokasi di wilayah Sumbar,” katanya.

Lebih lanjut, 15 lokasi di wilayah Sumbar itu dibangun diantaranya, di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 5 buah, Kabupaten Solok 1 buah, Kabupaten Solok Selatan sebanyak 2 buah, Kabupaten Agam 2 buah, Kabupaten Limapuluh Kota 2 buah, Kabupaten Pasaman Barat 2 buah, dan Kabupaten Pasaman 1 buah.

“Untuk itu kita harap pembangunan 15 shelter yang saat ini dalam pengerjaan diharapkan secepatnya selesai karena di tahun ini juga BMKG Pusat akan menginstalasi seismometer sehingga tahun 2020 sudah bisa dioperasionalkan,” tuturnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga telah berdiskusi dengan Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman terkait rencana pemasangan 50 alat Indonesia Earthquake Early Warning Sistem (InaEEWS).(*/mbb)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top