BLK Padang Dirancang Atasi Pengangguran

Penulis -

Senin, 26 November 2018 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Indonesia masih bergelut dengan angka pengangguran yang cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2018 berjumlah 6,87 juta orang atau 5,13%.

Tingginya angka pengangguran ini mesti dicarikan jalan keluarnya. Pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia hadir untuk mengatasi persoalan ini.

BLK hadir sebagai jalan keluar dari persoalan tersebut. Kepala BLK Padang, Syamsi Hari, mengatakan, tugas utama BLK adalah menyiapkan tenaga terampil. Keterampilan nantinya akan berguna untuk dua hal yaitu melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri. 

Di Padang, BLK pertama kali didirikan pada 1969 dengan nama Pusat Latihan Kejuruan Industri (PLKI) Padang yang diresmikan Menteri Tenaga Kerja Laksamana Mursalin. Ia merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kantor Daerah Tenaga Kerja Provinsi Sumbar. 

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pada 1982, PLKI Padang memperoleh bantuan peralatan dari IBRD dan pindah lokasi ke Jalan Sungai Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan dengan nama Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Padang. Ia diresmikan oleh Menteri Tenaga Kerja ketika itu, Harun Zain.  Pada 1996, nama BLK Padang diubah menjadi Balai Latihan Kerja Khusus Perdagangan (BLKKP) Padang. 

Pada 1 Juli 2012, UPTD BLKKP Padang berubah nama menjadi UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Padang di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. 

Pada 2015, melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 21 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kerja BLKI Padang berubah nama menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) Padang hingga sekarang. 

BLK diberikan tugas oleh negara untuk melaksanakan pelatihan, pemberdayan, dan uji kompetensi tenaga kerja. Hasil yang ingin dicapai adalah (1) menyiapkan tenaga pelatihan yang berkualitas, (2) pelayanan prima sesuai standar operasional, (3) peningkatan disiplin dan  budaya berprestasi dan malu, dan (4) bekerja dengan indikator kinerja terukur. 

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Saat ini, di Indonesia, jumlah BLK yang telah berdiri sebanyak 302 dengan rincian Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) sebanyak 17 BLK dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebanyak 285 BLK. 

Kejuruan yang bermanfaat

Syamsi Hari mengatakan BLK membuka kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga bermanfaat setelah mereka tamat nantinya. 

Beberapa kejuruan di BLK Padang adalah TIK, Teknik Manufaktur, Tata Kecantikan, Bisnis Manajemen, Teknik Las, Teknik Otomotif, Teknik Listrik, Teknik Elektronika, Teknik Konstruksi, Garmen Apparel, dan Pariwisata. 

Pada 2019, ada dua subjurusan baru yang dibuka BLK Padang yaitu Barista dan 3D (animasi). Syamsi Hari mengatakan dua jurusan ini dibuka dengan pertimbangan mempersiapkan masyarakat untuk industri 4.0 yang berkiblat pada teknologi. 

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Bukan tidak mungkin, akan banyak lagi kejuruan atau subkejuruan yang nantinya berkembang di BLK Padang,” ujarnya. 

Syamsi berharap masyarakat yang mengikuti program di BLK Padang dapat meningkatkan taraf hidupnya. Minimal, dari tidak memiliki keahlian menjadi tenaga terampil.

Keterampilan di BLK Padang, sebutnya, diakui oleh industri karena mereka nantinya (setelah lulus) akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Untuk mendapatkan sertifikat ini, peserta pelatihan harus mengikuti lagi tes uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga penguji independen.

“Jadi, sertifikat kompetensi yang dikeluarkan benar-benar teruji sehingga bisa dimanfaatkan langsung untuk melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, harapan penurunan angka jumlah pengangguran bukan sesuatu yang sia-sia. Masyarakat, sebut Syamsi, harus memanfaatkan program keahlian ini. (Rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB