Padang, Prokabar — Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Padang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat menggelar tes urine bagi 304 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Senin (23/7).
Kepala BLK Padang, Syamsi Hari menjelaskan pemeriksaan dilakukan dengan melakukan pengecekan pada pupil mata dan tes urin yang dilakukan secara random/acak kepada 50 orang peserta yg ditentukan oleh pihak BNN berdasarkan pengamatan dari tim medis di beberapa kelas kejuruan di BLK Padang.
Para peserta BLK antusias menyambut kehadiran tim dari BNN Sumbar. Sebelum dilakukan pemeriksaan, ada arahan dari anggota BNN Sumbar kepada peserta BLK Padang, setelah itu, dokter dari BNN Sumbar melakukan pemeriksaan pupil pada seluruh peserta pelatihan tanpa terkecuali.
Pihaknya sangat menyambut positif adanya kegiatan pemeriksaan narkoba kepada peserta PBK BLK Padang. Karena memang peserta yang masuk ke BLK Padang sebelumnya tidak ada dilakukan pemeriksaan narkoba.
“Nanti hasil dari pemeriksaan dari BNN Sumbar ini akan dijadikan acuan untuk kedepannya, sehingga untuk penerimaan yang berikutnya akan diadakan pemeriksaan narkoba kepada setiap peserta yang ingin mengikuti pelatihan dan pembinaan di BLK Padang,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan jika ada peserta yang terindikasi narkoba, maka mereka akan menjalani rehabilitasi di BNN Sumbar dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan sampai mereka sembuh.
Selain itu, dirinya mengharapkan, adanya kegiatan tersebut akan memperoleh lulusan peserta pelatihan yg bebas dari penyalahgunaan narkoba dan dapat memperoleh hasil lulusan yg kompeten, sehat jasmani.
“Dan terbebas dari pengaruh lingkungan pergaulan yang negatif sehingga mereka nanti akan dapat berdaya saing di dunia kerja maupun industri,”ujar Syamsi
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Sumbar, Suryadi Boy mengatakan kegiatan ini merupakan tindakan pencegahan dan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, supaya peserta BLK terhindar dari bahaya narkoba yang dapat merugikan negara dan diri sendiri.
“Mereka yang mengikuti pelatihan dan pembinaan di BLK dibiayai oleh negara, jadi jika mereka terindikasi oleh narkoba sehingga berdampak buruk pada masa depannya, tentunya akan merugikan negara dan dirinya sendiri,” ujar Suryadi Boy.
Ia mengungkapkan, peredaran narkoba harus diwaspadai, karena narkoba menyasar segala usia dan tidak pandang jenis kelamin atau pun status dari pemakainya.
“Melakukan test penyalahgunaan narkoba ini sebagai antisipasi pihak BLK, supaya barang haram iti tidak masuk kelingkungan BLK Padang,” ujar Suryadi. (*/hdp)
















