Agam, Prokabar – Lima hari melakukan penanganan konflik di area Perkebunan Kelapa Sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), akhirnya Tim BKSDA Sumatera Barat berhasil menyelamatkan satwa Harimau Sumatera (panthera tigris sumaterae), Senin (19/7).
Harimau tersebut diberi nama Kanti Marama yang sebelumnya telah memasang sejumlah boxtrap, dan masuk perangkap sekitar pukul 09.00 WIB.
“Sesuai Standar Operasional Pelaksana, kami akan mengevakuasi satwa dari lokasi menuju ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan atau TMSBK di Bukittinggi, untuk dilakukan observasi,” Kepala KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono, Senin malam (19/7).
Ia melanjutkan, seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) itu muncul di area perkebunan kelapa sawit di daerag Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/07). Video kemunculan satwa itu sempat terekam gawai dari pekerja dilokasi dan beredar dimedia sosial.
“Satwa terlihat mengikuti kendaraan yang digunakan pekerja dari arah belakang dan kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit,” tuturnya.
BKSDA Sumatera Barat kemudian mendapatkan laporan itu dan menurunkan tim untuk melakukan penanganan. Bersama manajemen perusahaan dan di backup personil satuan Brimob, melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa.
Menurut keterangan Frenzy Marwan pimpinan perusahaan PT. PMS, dalam sebulan ini satwa Harimau sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan tersebut. Hal ini cukup mengkhawatirkan para pekerjanya.
“Kami akhirnya melakukan pemasangan kamera jebak sebanyak 3 unit, bertujuan memantau pergerakan dan mendapatkan gambaran visual satwa itu. Hasilnya, salah satu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas,” jelasnya.
BKSDA memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak mengingat pengusiran dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan. Kepada pihak manajemen, tim BKSDA meminta agar pekerja tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi kemunculan satwa.
“Kami dari Balai KSDA Sumatera Barat, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasaman Barat, Pihak Manajemen PT. PMS, Kepolisian, TNI, tokoh adat dan masyarakat sekitar yang telah membantu upaya penanganan ini,” tutup Kepala KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono. (rud)
















