Daerah

BKSDA Ikut Bantu Pemadaman Kebakaran Di Tanjung Mutiara, Sekaligus Monitoring Satwa Dilindungi

Dibaca : 554

Lubuk Basung, Prokabar — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di lahan gambut di Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, turut menjadi perhatian serius dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. Dalam hal ini diterjunkan Tim Resor Agam beberapa waktu lalu.

Selain ikut memadamkan api bersama aparat lainnya, juga melakukan pemantauan dampak kebakaran lahan terhadap satwa liar yang ada di lokasi tersebut. Bersama TNI-Polri, BPBD, Satpol-PP dan KPHL Agam Raya memadamkan api yang sudah berlangsung beberapa hari yang lalu.

“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, ditemukan beberapa bagian tubuh ular dan biawak yang terbakar. Selain itu ditemukan juga jejak satwa beruang madu di sekitar lokasi kebakaran. Namun setelah dilakukan penyisiran di seluruh lokasi kebakaran, tidak ditemukan tubuh satwa langka tersebut. Diduga satwa sudah berpindah ke lokasi lainnya,” ungkap Ade Putra, Kepala KSDA Resor Agam, kepada Prokabar.com, Kamis (24/2).

Kebakaran hutan dan lahan sawit tidak hanya berdampak buruk pada kerugian materil dari pemilik lahan semata. Jika merembas ke lokasi habitat satwa dilindungi, maka akan dapat terjadi pula konflik dengan manusia atau penduduk nantinya. Belum lagi polusi udara serta kebakaran merambah ke pemukiman penduduk.

“Kami menghimbau semua warga untuk tidak melakukan pengolahan lahan dengan cara membakar. Karena akan berdampak buruk pada kerusakan lingkungan, dampak terhadap manusia dan juga satwa liar,” tegasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top