Agam, Prokabar — BKSDA Resor Agam terus memantau kondisi Buaya Muara yang bertelur di perkebunan sawit masyarakat, di Jorong Labuang Timur, Nagari Tiku Lima Jorong, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
“Buaya tersebut sudah 15 hari menjaga telurnya di sana. Dan kami berharap proses alam tersebut tetap berlangsung aman. Sehingga satwa reptil tetap terlindungi,” terang Ade Putra, PEH (Pengendali Ekositem Hutan) BKSDA Resor Agam.
Buaya itu lanjut Ade, akan tetap berada di lokasi tersebut sampai telurnya menetas dan bisa kembali ke habitannya diperkirakan 60 hari hingga 80 hari kedepan.
“Dan Kami sangat berharap semua pihak, terutama masyarakat setempat untuk menjaga ketat dan melindungi hewan purba tersebut. Selain sangat berbahaya, juga demi kelangsungan keseimbangan ekositem alam. Bila rantai makanan berjalan baik, maka keseimbangan alam akan tetap berlangsung baik,” tuturnya.
Kunjungan dilakukan sekali 3 hari. Memastikan keberadaan Crocodylus Porosus tersebut aman dari segala gangguan. “Buaya ini memiliki otot yang kuat dan ukuran yang cukup besar. Yakni dengan panjang sekitar 4 meter. Bertelur bisa mencapai 40 butir dan ditimbun dalam tumpukan jerami, di daerah rawa,” pungkasnya. (rud)
















