Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

BKAN Ampek Angkek Sosialisasi Melalui Talkshow Live Youtube dan Radio

Dibaca : 250

 

Agam, Prokabar – Konsep pemberdayaan yang dilakukan oleh Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Kecamatan Ampek Angkek Agam kali ini ada yang berbeda dengan sebelumnya. Jika biasanya dilakukan dengan pola tatap muka melalui media pelatihan atau pertemuan, kali ini Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Ampek Angkek gelar program pemberdayaan dengan mengadakan Talkshow yang digelar di Palanta Pemberdayaan.

Talkshow yang dilaksanakan baru pertama kali, Sabtu (22/8) ini mendatangkan narasumber mantan Camat Ampek Angkek Hidayatul Taufik, S.STP yang saat ini bertugas di Kecamatan Tanjung Mutiara dan Ketua BKAN Ampek Angkek Zulhendra, S.HI, dan host ketua UPK Hanafi. Tema yang diangkat yaitu  “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dengan Pendekatan Sosio Spritual melalui The Spiritual Empowerment”.

Dialog ini disiarkan secara live di akun channel youtube resmi Hidayatul Taufik dan channel Palanta News, serta radio komunitas Pemberdayaan Palanta FM di frekwensi 107,9.

Hidayatul Taufik, seorang motivator hebat yang sempat viral beberapa waktu lalu menekankan dalam Talkshow ini akan pentingnya konsep spritual dalam segala hal, termasuk dalam hal pemberdayaan.

“Pemberdayaan ini melibatkan banyak orang, sarana yang mudah untuk melakukan penekanan dengan pola spritual empowerment,” sebut Hidayat di salah materi dialognya.

Syafrizal Chandra, salah seorang pengurus BKAN Ampek Angkek yang bertanggung jawab sebagai produser acara Talkshow ini menjelaskan bahwa kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan dan ini sebuah terobosan baru BKAN Ampek Angkek untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat di bidang Pemberdayaan.

“Khusus untuk acara perdana ini sengaja kita datangkan narasumber Hidayatul Taufik, S.STP, beliau adalah mantan camat Ampek Angkek yang ikut mendampingi kita dikelembagaan sehingga bisa seperti ini,” ujar pak Chan, sapaan akrabnya.

“Untuk acara Talkshow ini akan kita rutinkan dengan mendatangkan narasumber narasumber yang berkompeten dibidang pemberdayaan, karena target kita ingin melakukan pola pemberdayaan dari segala sisi, termasuk melalui media Youtube” tutup Syafrizal Chandra.(rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top