Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bicara Tentang Mitigasi Bencana Sumbar, Ini Kata Fakhrizal

Dibaca : 106

Padang, Prokabar – Sumbar sering terkena bencana, ini memerlukan tindakan cepat, sebab menyangkut nyawa dan harta benda. Untuk itu, kata Jenderal Fakhrizal, ke depan mesti penanganan bencana makin diperkuat dengan memberikan suporting serius pada BPBD.

“Karena bencana itu datangnya tak diundang, maka penanganannya harus serius. Bencana alam seperti gempa tak bisa dijangka, namun tanah longsor dan banjir Insya Allah manusia bisa memintas agar tak terjadi atau menguranginya,” kata dia.

Gempa memang tak bisa ditebak, kata dia, tapi daerah rawan gempa bisa ditata dengan baik, asal bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah pusat. Misalnya, pembangunan shelter atau jalan evakuasi di Padang mesti dilengkapi. Jika sekarang masih sangat kurang. Begitu juga di Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam dan Pasaman Barat.

Rakyat di sepanjang pantai itu rentan bencana gempa dan tsunami. Merasakan ketakutan luar biasa lalu lari lintang pukang ke ketinggian, merupakan sebuah kejadian dramatis. Ini semestinya jadi prioritas. Dimana saja perlu dibangun lokasi pengungsian, dimana shelter dan seberapa lagi jalur evakuasi yang mesti dibangun.

Selain itu, jalur jalan raya di Sumbar juga rawan dari Padang ke semua kota, kecuali ke Pariaman, rawan tanah longsor dan banjir. Ini mesti dipikirkan, tidak boleh lagi sporadis.

“Hal-hal mendasar seharusnya selesai cepat,” kata Jenderal.

Jenderal menyebut, ke depan berbagai komponen harus bahu-membahu. “Kita harus melacak sumber-sumber bencana,” kata dia.

Begitulah, Sumbar memang rawan bencana. Banjir jangan disebut, gempa demikian pula. Kalau sudah bencana rakyat terganggu ekonomi terganggu. Lalu semua orang sibuk memberikan bantuan. Bantuan itu penting, tapi lebih penting mencegah bencana kalau bisa, serta mengurangi dampaknya.

Jenderal sudah merancang kerja untuk itu, mana tahu nanti jadi gubernur. Atau siapa saja yang akan jadi, pikirkanlah yang satu ini: bencana. Jangan kerja menjujung beras, sumpit, masuk got tapi setelah bencana, apalah gunanya. (rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top