Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Beruang Madu Resahkan Warga di Agam, Ini Reaksi BKSDA

Dibaca : 421

Matur, Prokabar — Setelah memasang dua unit perangkap di Jorong Padang Gelanggang, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, BKSDA Resor Agam terus melakukan pemantauan terhadap Beruang Madu yang sempat muncul di daerah tersebut.

Dari hasil pemantauan, belum menunjukan hasil yang memuaskan. Bahkan tanda-tanda keberadaan Satwa Langka dan dilindungi itu masih saja membuat warga setempat cemas dan resah. Pasalnya, setiap malam masih terjadi kemunculannya sesuai keterangan warga.

“Hari ini kami kembali melihat dua unit perangkap yang telah dipasang di dua titik kemunculan Beruang Madu tersebut. Bahkan menurut keterangan saksi, anjing peliharaannya hilang setelah sempat menggonggong dan berlari mengejar sesuatu di belakang rumah saksi,” ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam saat melakukan pemantauan bersama rekannya, Surya kepada Prokabar.com, Rabu (17/2).

Menurutnya, satwa itu kebingungan dan tersesat, hingga memasuki pemukiman dan ladang warga. “Kami memang sedikit heran dan belum menemukan bukti pasti, kenapa Beruang Madu ini masih berada di sekitar wilayah perkampungan penduduk. Meski demikian kami akan terus berjuang untuk menemukan penyebab satwa ini berada di daerah tersebut,” tuturnya.

Di lokasi, Tim BKSDA menambah umpan berupa buah nangka dan durian di dua unit perangkap tersebut. Dengan buah yang baunnya cukup tajam, diharapkan dapat memancing dan menangkapnya.

Pada saat bersamaan, di daerah Tanjung Mutiara dan Pasaman Barat juga terjadi konflik satwa dilindungi berupa Buaya Muara. Sehingga BKSDA Resor Agam terpaksa membagi tim untuk membantu penanganan konflik satwa dilindungi ini,” ulasnya.

Sementara itu, Asril selaku orang pertama melihat Beruang Madu di Padang Gelanggang itu mengatakan, kemaren malam pada Selasa (16/2), anjing peliharaannya merasakan tanda-tanda seperti melihat dan mengejar sesuatu yang tidak lazim. “Sejak malam pukul 12.00 WIB, saya kehilangan anjing pemburu kesayangan saya. Sampai sore ini juga masih belum menemukan keberadaannya,” terang Asril.

Memang sejak dulu lanjutnya, daerah kami ini memang sering dimasuki satwa dilindungi itu. Bahkan Harimau juga pernah masuk ke pemukiman, namun cepat pergi dan menghilang. “Akan tetapi khusus kemunculan Beruang Madu kali ini, sudah cukup membuat saya cemas dan resah,” imbuhnya.

Asri bersama warga lainnya sangat berharap, Beruang Madu itu cepat ditemukan dan masuk perangkap yang telah dipasang BKSDA. “Kami berdoa semoga satwa dilindungi ini, cepat pergi dan tidak kembali menggagu kehidupan kami,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top