Daerah

Bersyarat, Alek Nagari Pacu Jawi Kembali Dihelat

Dibaca : 504

Tanah Datar, Prokabar – Satu tahun absen, alek nagari pacu jawi di Tanah Datar kembali dilaksanakan, Rabu (3/3). Dihelat ditengah pandemi Covid 19, tidak menyurutkan niat masyarakat untuk menyaksikan olahraga tradisional khas Luhak Nan Tuo tersebut.

Alek pacu jawi dilaksanakan di Kenagarian Cubadak, Kecamatan Lima Kaum. Pelepasan jawi perdana dilakukan oleh Kepala Dinas Patiwisata dan Olahraga setempat, Abdul Hakim, dengan didampingi Forkopimca.

Hakim mengatakan, jika pada rabu (3/3) tepat satu tahun alek nagari pacu jawi dihentikan karena pandemi covid 19 yang melanda. Pelaksanaan kali ini pun menurutnya mesti menerepakan protokol kesehatan sebagai syaratnya.

“Iya hari ini tepat satu tahun pacu jawi dihentikan, dan kita mulai lagi tentunya dengan mematuji protokol kesehatan bagi penontonnya,” ungkap Hakim.

Hakim menerangkan, pelaksanaan alek pacu jawi di tengah pandemi Covid melanda berawal dari usulan pemilik sapi yang ingin dilaksanakannya pacu jawi. Aspirasi pemilik sapi tersebut ditampung dan direkomendasikan dengan berbagai syarat oleh pemerintah daerah.

“Tentu ada syaratnya, dimana panitia mesti mengikuti protokol kesehatan, seperti pengunjung wajib menggunakan masker saat masuk ke arena pacu jawi, menjaga jarak dan mencuci tangan,” tambahnya.

Hakim tak menampik, jika pacu jawi tersebut jelas jelas melanggar protokol kesehatan, maka izin pelaksanaan akan segera dicabut. Sebaliknya, jika berjalan sukses maka pacu jawi akan kita lanjutkan untuk kedepannya.

“Disini juga ada BPBD dan satgas Covid yang memantau, panitia juga mengingatkan masyarakat yang hadir. Seandainya, dinyatakan melanggar akan kita hentikan, dan begitu juga sebaliknya. Jika dipatuhi, maka bisa untuk dilanjutkan” ungkapnya lagi.

Berdasarkan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Sekretariat Daerah Pemkab Tanah Datar, tertulis jika panitia wajib mematuhi perda provinsi Sumatera Barat nomor 6 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam penegakan dan pengendalian Covid 19 sebagai syaratnya. Selain iti, panitia juga wajib mematuhi Peraturan Bupati nomor 48 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya penegakan dan pengendalian Covid 19.

Jika terbukti tidak bisa mematuhi dua syarat yang ada, maka pemerintah daerah akan segera mencabut rekomendasi pelaksanaan kegiatan.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top