Daerah

Berkasnya Sudah di DPRD, Tedy Sutendi Segera di PAW

Limapuluh Kota, Prokabar: Ingat dengan Tedy Sutendi? anggota DPRD Limapuluh Kota yang didakwa terlibat kasus pembunuhan terhadap seorang petani di Pilubang, Harau, beberapa waktu lampau? Kini, statusnya segera di PAW (Pergantian antar waktu)

“Iya, suratnya sudah kami terima,” kata Ketua DPRD Limapuluh Kota Safarudin Dt Bandaro Rajo, kepada Prokabar, Minggu (22/7) di Payakumbuh. Safar berujar, surat tersebut merupakan berkas pengusulan nama PAW dari Tedy Sutendi.

“Surat masuk awal itu, dari DPP Partai Hanura. Setelah kami pelajari, maka yang pas melayangkan surat itu DPC. Akhirnya beberapa hari lalu sudah masuk surat DPC Hanura,” sebut Ketua DPRD.

Dia mengaku, akan memproses surat tersebut sesuai mekanisme. “Nanti akan kami teruskan suratnya ke Gubernur Sumbar, untuk kemudian dibahas proses PAW,” sambung Safarudin.

Adapun nama calon pengganti Tedy Sutendi menjadi anggota DPRD, sesuai usulan dari DPP Hanura, yakni Hj Suhatri. Ketua DPC Hanura Limapuluh Kota Asyirwan Yunus, membenarkan pula nama tersebut.

“Iya, keluar surat rekomendasi DPP. Usulannya (pengganti,-red) yakni ibu Hj Suhatri. Beliau dapil sama dengan saudara Tedy Sutendi di Harau,” tukuk Asyirwan Yunus, dibalik gagang teleponenya.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PA) Padang memperberat hukuman anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedi Sutendi menjadi 10 tahun penjara, seteah vonis sebelumnya dari PN Tanjuang Pati 4 tahun.

“Benar. Hukumannya diperberat menjadi 10 tahun. Kalau sebelumnya putusan pengadilan tingkat satu itu hanya empat tahun,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Payakumbuh Nazif Firdaus, tempo hari.

Dijelaskan Nazif, putusan tersebut dikeluarkan oleh ketua majelis hakim PA Padang, Sigit Priyono. Sedangkan putusan untuk Primsito yang merupakan adik Tedi lebih rendah 2 tahun, atau menjadi delapan tahun.

Keduanya dianggap hakim terbukti melanggar Pasal 170 KUHP. “Perbuatan secara bersama-sama dan secara terang-terangan melakukan kekerasan terhadap korban dianggap hakim terbukti. Perbuatan itu menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Nazif. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top