Pasaman, Prokabar — Pasaman dilanda cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir. Itu tidak menyurutkan perputaran uang di satu kecamatan ini. Setiap malam, putaran uang seperti derasnya hujan yang mengguyur masyarakat di kecamatan tersebut. Sebab, durian tengah musim.
Sudah hampir dua pekan ini, setiap malamnya putaran uang dari toke durian mencapai jumlah 80 juta per malam. Itu baru satu toke, belum toke yang lainnya. Mereka berebut membeli durian masyarakat di Kecamatan Simpang Alahan Mati untuk dijual kembali.
Salah seorang pemilik lahan durian, Delsy Syafei menjelaskan, untuk di Pasaman, durian asal Kecamatan Simpang Alahan Mati sangat ternama. Enak dan kualitasnya. Hal ini membuat toke durian dari provinsi tetangga berbondong-bondong memboyong durian warga untuk dijual kembali.
“Ada toke yang dari Riau dan Sumatera Utara. Setiap malamnya jika musim seperti sekarang, setidaknya mereka membeli durian hingga Rp80 juta sebagai modal. Durian-durian ini kembali mereka encer ke daerah masing-masing,” kata Delsy, Minggu (5/8).
Dijelaskan Delsy, di kebun yang ia punya, semalam saja ia beserta anggota setidaknya mendapat sekitar 300 biji durian. Jika dijual ke toke, harga durian bervariasi. Mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 per biji. Ini sesuai ukuran. (Ola).
















