Payakumbuh, prokabar – Pemain muda asal Kota Payakumbuh, Muhammad Nabil Asyura, sedang bersinar di Timnas Indonesia U-16. Remaja ABG dari Kota randang ini mendapat pesan dan nasehat khusus dari putra Payakumbuh lainnya yang pernah menjadi bagian Timnas Indonesia, Nilmaizar.
Berjarak 30 tahun berseragam Timnas, Nabil dan Nilmaizar memang telah menjadi kebanggaaan Kota Payakumbuh di era masing-masing.
Nilmaizar membela Timnas Indonesia U-23 di ajang Pra Olimpiade 1991 yang bertugas mengejar tiket lolos ke Olimpiade 1992 Barcelona. Sebelumnya, Nil juga bergabung dnegan Timnas PSSI Garuda II sejak tahun 1987.
Selain sebagai pemain, Nil yang sekarang memegang lisensi AFC Pro, dan menukangi tim Liga 1 Dewa United FC, sebagai pelatih juga pernah menjadi pelatih Timnas senior Indonesia di Piala AFF 2012 dan Kualifikasi Piala Asia di tahun yang yang sama.
Sedangkan Nabil, saat ini menjadi bintang Timnas U-16 di gelaran Piala AFF U-16 2022 yang berlangsung di Stadion Maguwohardjo Sleman.
Nabil yang karir sepakbolanya dimulai dari SSB Subarang Batuang dan SSB Arafah, sejauh ini sudah mengantarkan Timnas Indonesia U-16 ke partai final yang digelar malam ini melawan Vietnam. Selain itu, dia masih tercatat sebagai menjadi top skor sementara, dengan empat gol yang sudah dicetaknya.

“Semoga malam ini melawan Vietnam, Nabil mampu menunjukan kapasitasnya dan memberikan kontribusi maksimal untuk Timnas U-16, bisa menang dan mengangkat trophy juara AFF U-16 tahun untuk Indonesia.”kata Nil.
Menurutnya, hal itu tak hanya membanggakan bagi publik Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota, tapi juga Sumatra Barat, bahkan Indonesia. “Sekali saya berharap agar di pertandingan final malam ini, menjadi malam bahagia bagi sepakbola Indonesia, lanjutnya.
Nil juga menyampaikan rasa respect kepada orang-orang disekitar Nabil yang telah membina, menempa talenta-telnta muda, sehingga muncul pemain seperti Nabil.
“Banyak tangan-tangan yang mencintai sepakbola untuk membentuk Nabil mulai dari SSB Arafah, Gasliko, Persepak, PSP Padang, sampai PPLP Sumbar yang mengantarkan Nabil ke Timnas U-16 bersama Coach Bima Sakti. Semoga semua bahagia malam ini.”beber Nil
Melalui rekaman audio yang dikirimkan kepada bolabeten, Jumat siang, Nil menyebutkan, apa yang dijalani Nabil saat ini, sudah dialaminya saat membela Timnas di usia 16, sekitar 30 tahun yang lalu.
“Walau masih dalam tahap belajar, saya harap Nabil bisa menjadi sebuah harapan baru dan inspirasi bagi pesepakbola muda di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Sumatra Barat dan Indonesia pada umumnya.”kata lanjut Nil.
Tak lupa pelatih berusia 52 tahun itu menitipkan pesan untuk Nabil, agar tidak cepat berpuas diri, karena perjalanan karirnya ke depan masih sangat panjang. Teruslah menjaga impian untuk sebuah masa depan yang bagus di dunia sepakbola.
“Tetap rendah hati, membumi, tetap santun sama orang tua, tetap respect sama pelatih dan teman setim, selalu mencintai kedua orang tua dan keluarga, dan yang terpenting tidak pernah lalai menunaikan shalat lima waktu.”pesan Nil untuk Nabil.(*)
















