Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Berita Duka, Herman Nawas Meninggal Dunia

Dibaca : 729

Padang, Prokabar — Berita duka kembali menyelimuti kota Padang. Kali ini, tokoh pendidikan yang juga pendiri Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK), Herman Nawas meninggal dunia.

Sosok inspiratif dan dermawan ini meninggal dunia di usia 65 Tahun di rumah duka, Kompleks Perumahan Aur Duri Indah.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung melalui akun media sosial resmi Universitas Putra Indonesia.

“Innalillahiwainnailaihirajiun

Telah berpulang ke rahmatullah

Orang tua kita, guru kita, panutan kita Bapak H. Herman Nawas dalam usia 65 tahun.

Semoga Almarhum Husnul Khatimah” tulis akun tersebut.

Herman Nawas berasal dari Silungkang, Sawahlunto. Ia merupakan anak kelima dari sepuluh orang bersaudara. Namanya, Nawas diambil dari nama ayahnya Abu Nawas, seorang pedagang suvenir di Bandara Tabing. Herman diketahui merupakan cucu dari seorang tokoh pejuang perlawanan rakyat Silungkang pada 1927.

Pada 1985, Herman Nawas dan istrinya mendirikan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK “YPTK”) yang merupakan akademi komputer pertama di pulau Sumatra. Pada 1986, mereka mendirikan Akademi Akuntansi dan Manajemen Program Komputer (AAMPK “YPTK”). Langkah tersebut berlanjut dengan pendirian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK “YPTK”) pada tahun 1987, lalu diikuti dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE “YPTK) pada tahun 1992.

Pada tahun 1999, Herman Nawas dan Zerni Melmusi mendirikan Program Studi Magister Manajemen (S2) yang pertama di KOPERTIS Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri), baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Selanjutnya, pada tahun 2001, dua Sekolah Tinggi dan dua Akademi yang ada digabung menjadi Fakultas Ilmu Komputer (gabungan dari STMIK-AMIK) dan Fakultas Ekonomi (gabungan dari STIE-AAMPK).

Setelah menambah 3 fakultas lagi, yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan serta Fakultas Teknologi Industri, maka sejak 16 Mei 2001 seluruh perguruan tersebut tergabung dalam sebuah universitas baru dengan nama Universitas Putra Indonesia YPTK, dan kemudian pada tahun tahun 2003 mendapatkan izin Menteri Pendidikan Nasional untuk membuka Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer (S2) yang pertama dan satu-satunya di luar Pulau Jawa.

Pada awal tahun 2019, Universitas Putra Indonesia berhasil membuka program studi S3 Doktor di bidang Manajemen pertama di PTS Kopertis/ LLDIKTI Wilayah X. (hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top