Pesisir Selatan, Prokabar – Puluhan Warga Nagari Tanah Bakali, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar merusak kantor wali nagari. Kejadian itu berlangsung pada Jumat, (15/5).
Mereka kesal, karena hingga kini Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak covid-19 masih belum dicairkan. Dari video yang dibagikan akun facebook PutryiAzhua unggahan akun Kabar Pesisir Selatan, warga terlihat ramai mendatangi kantor wali nagari.
Saat mereka datang, kantor dalam posisi terkunci dan dilindungi pagar teralis berwarna hitam. Dalam video, tampak seorang pria tengah berusaha membuka teralis pengaman itu, namun upaya itu tak membuahkan hasil.
Kemudian datang seorang perempuan paruh baya. Ia pun berupaya membuka gembok pengaman teralis dengan sebuah batu. Beberapa kali terdengar suara seseorang dengan menggunakan bahasa daerah.
“Panggang ling (bakar aja lagi), “ucapnya berlogat Selatan itu. Selain itu juga disela dengan ucapan lain dari suara yang berbeda. Menurutnya, dari pada susah-susah membuka pintu kantor, sebaiknya masuk saja lewat kaca.
Memang, di depan kantor itu terpasang sejumlah kaca yang cukup besar. Kaca berwarna hitam itu memanjang dari atas kebawah. Ada beberapa buah. “Cermin ne pecah ha, selesai mah (kaca ini aja pecahin, selesai itu),” usulnya.
Tak berapa lama, warga tiba-tiba saja sudah berada di dalam ruangan kantor. Beberapa ruangan tampak berantakan. Kertas kerja bertebaran ke mana-mana. Sesekali terdengar suara bantingan, namun tidak begitu jelas benda apa yang dibanting.
Sejumlah meja dan kursi kerja tampak berantakkan. Tak beraturan. Beberapa diantara kursi itu tergeletak begitu saja dilantai, seperti habis dibanting. Satu unit rak buku terlihat jatuh, menimpa sebuah meja kerja.
Kemudian terdengar lagi kalimat dengan nada kesal pada wali nagari. Menurut suara itu, semuanya terjadi akibat wali nagari tidak mengindahkan usulan dari warga.
“Ko mode hasil wali ha. Kareh-kareh wali jo (ini hasil akhirnya, wali. Makanya wali jangan bersikeras semau wali saja,” ujarnya kesal.
Di penghujung video berdurasi 55 detik itu, di bagian luar kantor juga terlihat sejumlah pot bunga yang sudah tergolek. Tanah dan bunga di dalam pot warna hitam itu berserakan di teras kantor.
Secara terpisah, Camat Air Pura, Mukhtar membenarkan kejadian itu. Menurutnya, aksi demonstrasi dilakukan warga yang tidak terdaftar dalam penerima manfaat BLT. “Ya, benar. Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB,” ujarnya.
Aksi demonstrasi warga itu tidak berbeda jauh dengan yang telah terjadi di bebeapa nagari lainnya di Pessel yang dipicu tidak meratanya pendataan. Mereka kesal dan tidak terkendali karena tidak terakomodir sebagai penerima BLT.
Namun, saat ini ia menegaskan kondisi sudah kembali normal. Peristiwa tersebut kini telah diproses di tingkat kecamatan. Sedangkan pembagian BLT ditangguhkan untuk sementara. Kecamatan dan nagari bakal melakukan musyawarah yang bakal melibatkan unsur tokoh adat dan pemuka agama.
“Kini sudah kondusif. Selanjutnya kita lakukan musyawarah dengan pihak para demonstran, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mencari solusi,” terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Wendi, mengatakan aksi tak hanya terjadi di Nagari Tanah Bakali saja, tapi juga di Nagari Indera Pura tengah Kecamatan Pancung Soal.
Namun, di Indera Pura tengah tidak sampai terjadi pengrusakan. “Kami sudah terima laporannya, dan kita koordinasi dengan kecamatan untuk menengahi,” tutupnya,(min)

















