Berebut Dukungan Partai di Pilgub Sumbar, Saling Tungkai di Ujung Waktu

Penulis -

Rabu, 2 September 2020 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Ini tentang dinamika politik lokal, lengkap dengan sengkarutnya. Dalam berebut ditungkai juga, bahkan saling tungkai.

Namanya adalah politik, ujung – ujungnya merebut kekuasaan. Segala cara dilakukan, termasuk menungkai orang masuk gelanggang.

Dalam politik namanya dinamika, ingat tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan. Dari dulu sampai kapanpun, adagium ini masih akan berlaku.

Tungkai menungkai bukan hal baru, tapi yang baru adalah korbannya. Untuk menungkai, kini tidak terlalu sulit, karena keputusan bukan di Padang, tapi di Jakarta.

Rabu (2/9) kejutan terjadi di grup – grup Whatsapp. Anggota grup sibuk memposting surat dukungan partai kepada paslon gubernur. Yang mengejutkan pasangan Mulyadi Ali Mukni memborong kursi partai.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Terbaru, surat dari DPP PDI Perjuangan dan PKB menyatakan mendukung pasangan ini. Lalu apa dampaknya? Pasangan calon Fakhrizal dan Genius Umar, terpaksa menahan nafas. Dukungan baru dari dua partai, Golkar dan Nasdem. Dua kapal itu tidak cukup membawa pasangan ini berlabuh di KPU untuk mendaftar.

Pendukung paslon Fage, mengutuk, ada yang di dalam hati saja, di media sosial, dan debat debat di lapau. Komentarnya, Fakhrizal dan Genius Umar kena tikung. PKB yang masuk dalam poros baru, ternyata lari keluar komitmen. Padahal tiga partai, Golkar, Nasdem dan PKB sudah seiya sekata membentuk koalisi baru.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jakarta Adalah Kunci

Dalam urusan politik, sehebat apapun orang di daerah, yang menentukan tetap juga Jakarta. Begitulah kurenah politik saat ini. Mau membantah? Tidak usah saja ikut main di gelanggang politik.

Lalu di Jakarta, rekomendasi didapatkan dengan proses rumit dan berbiaya mahal, sudah jadi rahasia umum, bertemu Ketum DPP saja susahnya alang kepalang. Apalagi mendapat sepucuk surat bermaterai 6000 itu.

Jadi apa guna pimpinan daerah atau wilayah? Untuk soal pilkada ini, sebatas rekomendasi saja, dan nanti waktu pendaftaran mengawal pasangan calon mendaftar ke KPU. Saat itu tanda tangan ketua dan sekretaris DPW atau DPD provinsi baru dibutuhkan. Jika tidak mau tanda tangan, sehari jelang pendaftaran, jabatan itu bisa dicopot. Ini sudah pernah terjadi di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Pendaftaran ke KPU berakhir 6 September mendatang. Masih ada hari. Ini detik yang menentukan, apakah pasrah dengan keadaan, atau main tungkai juga. Toh, surat itu bukan harga mati. Bisa saja satu jam jelang pendaftaran surat itu berubah. Politik lah namanya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB