Prokabar.com — Bupati Agam Benni Warli menyampaikan pernyataan sarat harapan saat halal bihalal di UIN Bukittinggi, Jumat (11/4).
Dia menyebut UIN Bukittinggi bisa menjadi pelopor Agam Madani yang merupakan visi dari Pemkab Agam.
Seluruh civitas akademika UIN Bukittinggi kagum dengan ucapan itu.
Tepuk tangan dari para civitas akademika yang hadir di acara halal bihalal menggemuruh dalam ruangan Student Center UIN Bukittinggi.
Benni Warlis memandang mahasiswa UIN Bukittinggi bukan sekadar pelajar, mereka adalah pelopor, agen perubahan.
“Mereka akan membawa Kabupaten Agam menuju cita-cita besar, Agam Madani,” kata Benni Warlis.
Konsep Agam Madani bukan sekadar slogan.
Benni Warlis dan jajaran Pemkab Agam membangun konsep ini dengan bertumpu pada masyarakat religius, toleran, beradab, dan berilmu.
UIN Bukittinggi dianggap sebagai tokoh yang memainkan peran vital sebagai pusat pencetak intelektual yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
“Kami berharap mahasiswa UIN Bukittinggi bisa menjadi pelopor dan motivator di tengah masyarakat.”
“Mereka harus menghidupkan kembali cinta surau, semangat berjamaah, serta menjadi teladan dalam akhlak dan pengabdian,” tambahnya.
Baca Juga: Perang Dagang Dua Negara Adidaya Membara: AS dan China Saling Menaikan Tarif Impor
Benni Warlis juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus bersinergi dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, revitalisasi masjid dan surau, dan gerakan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan nagari.
Rektor UIN Bukittinggi Silfia Hanani menyambut hangat pernyataan sarat harapan itu.
Dia mengatakan UIN Bukittinggi bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu.
UIN Bukittinggi merupakan rumah kolaborasi dan ruang besar tempat menyemai kerja sama dengan pemerintahan daerah dan masyarakat luas.
“Kami tak memandang mahasiswa sebagai peserta didik saja. Mereka adalah kader perubahan.”
“Bersama Pemkab Agam, kami ingin membentuk mereka menjadi pribadi yang cakap dalam ilmu, kuat dalam iman, dan berperan aktif dalam pembangunan sosial,” ujar Silfia Hanani.
Dia juga menegaskan pentingnya sinergi strategis antara kampus dan pemerintah daerah, terutama dalam mendorong program pemberdayaan masyarakat, pengembangan nagari, dan transformasi sosial berbasis nilai Islam moderat.
Setelah keduanya sepakat, acara halal bihalal di UIN Bukittinggi berlanjut dengan tausyiah dari Prof. Dr. Busyro, M.Ag.
Dalam tausyiahnya, Busyro mengingatkan Syawal sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan menjaga amalan pascaRamadan.
Acara halal bihalal ditutup dengan saling bersalaman dan makan bersama seluruh peserta.
Suasana akrab, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat kolaboratif mewarnai penutupan acara.
Lebih dari sekadar ajang temu pasca-Ramadan, halal bihalal ini menegaskan arah baru yang lebih jelas.
UIN Bukittinggi hadir bukan hanya sebagai institusi akademik, tapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan mitra strategis dalam mewujudkan Agam Madani.
















