Bendungan Rusak Jadi Keluhan Warga Saat Kunjungan TSR ke Masjid Raya Buo

Penulis -

Kamis, 7 April 2022 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Puluhan hektar sawah masyarakat Nagari Buo, Kecamatan Lintaubuo tidak bisa digarap menjadi  tanaman padi sejak beberapa tahun terakhir. Hal itu disebabkan rusaknya bendungan utama irigasi Siambek yang berada di sungai Batang Selo usai diterjang galodo pada 2018 silam.

Hingga saat ini, bendungan tersebut masih belum diperbaiki, yang mengakibatkan 50 hektar lebij sawah warga tidak bisa diolah menjadi persawahan dengan tanaman padi.

Selain itu, susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi,  menyebabkan sebagian warga beralih tanam dengan tanaman jagung.

Segudang persoalan pertanian itu menjadi keluhan masyarakat Nagari Buo, Kecamatan Lintaubuo saat kunjungan Tim VII Safari Ramadhan (TSR) Pemkab Tanah Datar saat berkunjung ke Masjid Raya Buo, Rabu (6/4) malam.

Tim yang diketuai oleh Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar didampingi Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris PMDPPKB dan beberapa anggota lainnya itu disambut oleh Camat Lintau Buo Afrizal, Kapolsek Lintaubuo AKP Surya Wahyudi, Wali Nagari Buo Yulkusmayanto, serta ratusan jamaah.

Wali Nagari Buo Yulkusmayanto menyampaikan segudang keluhan yang didominasi oleh persoalan pertanian, dan persoalan sosial lainnya. Terutama, keluhan terkait meminta agar bendungan untuk irigasi kembali dibangun ulang.

“Salah satu bangunan bendungan kami yakni Bendungan Siambek dihantam galodo beberapa tahun lalu. Kemudian dibuat bendungan darurat, malahan pada tahun 2020 kemarin, karena luapan air, justru semuanya dihanyutkan air bah. Sekarang tidak ada sama sekali bendungan irigasi, ” ujar Yulkusmayanto.

Akibatnya, sejak beberapa waktu terakhir, sekitaran 50 hektar lebih area persawahan tidak bisa digarap oleh petani. Ironinya, bantuan yang diberikan pihak dinas terkait justru malah memperbaiki irigasinya, bukan bendungannya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Untuk apa batang bandar diperbaiki, tapi bendungannya tidak ada, itu kan mubazir, kaki dijanjikan bangunan bendungan baru, tapi malah yang dibangun batang bandarnya. Dalam kesempatan ini yang dihadiri oleh dinas pertanian, kami berharap ini menjadi perhatian, ” ujar mantan anggota DPRD Tanah Datar periode tahun 2009-2015 lalu itu.

Selain persoalan irigasi, keluhan lain terkait pupuk bersubsidi yang sangat langkah dan susah didapatkan warga.

“Banyak warga kami gagal panen karena pupuk tidak ada. Meski petani penggarap diberi kartu tani, itu hanya terkesan sebagi pembujuk-bujuk saja, karena realisasinya pun tidak segampang sosialisasinya, ” ujarnya.

Melihat kondisi sulitnya bersawah, beberapa waktu terakhir, warga berpindah tanam ke tanaman jagung, karena dinilai tanaman itu memikiki prospek yang bagus, bahkan Pemerintah Nagari untuk ketahanan pangan telah menganggarkan 9 persen dari Anggaran Dana Desa (ADD) untuk membantu warga dalam berkebun jagung.

“Kendala lain kalo dalam bidang persawahan, susahnya kami mendapatkan bibit yang bagus, malahan banyak bibit yang tidak tumbuh dan kurang bagus, ” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi semua keluhan tersebut, Ketua Tim VII TSR Pemkab yang sekaligus Kepala Pengadilan Negeri Batusangkar Agus Windana mengatakan, jika semua aspirasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada pimpinan daerah.

“Agenda ini memang bertujuan mendengar aspirasi keluhan warga untuk menjadi bahan evaluasi nantinya oleh pimpinan daerah, ” ujar Agus Windana.

Dalam kesempatan itu, Ketua tim menyampaikan jika sampai saat ini sudah satu tahun lebih, masa kepemimpinan Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Richi Aprian dengan visi kabupaten Tanahdatar yang menjadi arah tujuan pembangunan ke depan Terwujudnya Kabupaten Tanahdatar madani berlandaskan ABS-SBK yang di kembangkan dalam 6 misi dan 10 program unggulan daerah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Diantara program unggulan yang telah upayakan dan dilaksanakan yaitu, menciptakan usahawan baru dan lapangan kerja per tahun. Salah satu usaha yang dilakukan dengan mendatangkan investor untuk menghidupkan indutri yang cocok dengan alam dan potensi tanah datar. Pemerintah juga mengadakan berbagai pelatihan untuk menambah wawasan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Mengefisienkan biaya produksi pertanian melalui bantuan pembajakan sawah dengan launching layanan bajak gratis yang dapat menekan biaya produksi pertanian melalui bantuan bajak gratis pada 2 februari 2022 lalu.

Meningkatkan kuota asuransi tani, asuransi ternak dan pupuk bersubsidi. Tahun 2022 ini, untuk asuransi usaha tani padi (autp) kepada petani yang gagal panen diberikan sebanyak 2000 ha, sedangkan untuk asuransi ternak sapi dan kerbau (auts/k) diberikan sebanyak 2000 ekor.

Kemudian, peningkatan pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan perizinan pada wilayah yang jauh ibukota kabupaten. Melalui pelayanan publik Tanahdatar di ujung jari yang dilaunching pada 27 mei 2021.

Sebagai kabupaten Tahfiz, pemerintah telah melaksanakan beberapa program dan kegiatan yang berkelanjutan, salah satunya adalah peningkatakan kesejahteraan guru TPA dan tahfiz melalui pemberian insentif yang teratur. Pada tanggal 19 agustus 2021 telah dilaunching program satu rumah satu hafiz, dan pemasangan stiker di rumah penduduk yang sudah ada hafizh dan hafizha.

Satu nagari satu event untuk menunjang ekonomi kreatif, pelestarian kebudayaan, memajukan olahraga dan produk nagari yang dilaunching pada 27 februari 2022. Sudah dirancang kalender event-event pariwisata dan olahraga berbasisi kearifan lokal masing-masing nagari dan kecamatan sehingga diharapkan dapat memacu aktifnya sanggar-sanggar nagari, klub olahraga dan UMKM yang ada di nagari.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Peningkatan biaya operasional KAN, LKAAM, bundo kanduang, dan organisasi keagamaan telah dianggarkan dalam APBD 2023 sebagai komitmen pemerintah untuk mengukuhkan kabupaten Tanahdatar sebagai pusat kebudayaan Minangkabau yang dikenal sebagai Luhak nan Tuo.

Membangun jaringan telekomunikasi. Guna mengatasi blankspot di daerah yang belum mempunyai akses jaringan internet, pemerintah telah menjajaki kerjasama pembangunan tower telekomunikasi dengan kemekominfo .

Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas ASN dan tenaga honorer. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup berhak memperoleh penghasilan yang adil dan layak sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab dan resiko pekerjaannya dan kesempatan yang luas dalam mengembangkan kapasitas.

Perbaikan irigasi, terus diupayakan pembangunan dan perbaikan secara bertahap, karena pertanian yang merupakan sektor terbesar penyumbang PDRB hampir 29%.
Selain itu, untuk memberantas rentenir pemerintah juga telah melaunching  program makan rendang di tanah datar. (maksimalkan  pemberantasan rentenir agar hilang) sebuah sistem peminjaman dengan margin yang disubsidi oleh pemerintah, sangat ringan dan tidak memberatkan masyarakat sebagai modal usahanya.

Kemudian dalam rangka membangun insfrastuktur, insyaallah tahun ini direncanakan pembangunan jalan 2 jalur dari nagari tabek, kecamatan pariangan sampai simpang manunggal kecamatan lima kaum dan pelebaran jalan provinsi di nagari barulak kecamatan tanjung baru.

“Semoga segala program yang telah dirancang dan dilaksanakan ini dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat kabupaten Tanahdatar,” harapnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB