Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bendungan Jebol, 500 Hektar Sawah di Tiku Terancam Kekeringan

Dibaca : 264

Agam, Prokabar — Pasca Banjir besar melanda beberapa waktu lalu, merusak bendungan dan irigasi di Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Akibatnya, 500 hektar sawah yang terbentang sepanjang aliran irigasi Batang Tiku tersebut terancam kekeringan. Pasalnya, aliran air sungai melalui bendungan tidak dapat dialiri lagi.

Nasrul (55), salah seorang petani setempat, tengah asik menggali pasir sisa material banjir yang menutupi aliran irigasi. Menurutnya, kejadian tersebut akibat derasnya arus sungai dari Hulu Batang Tiku. Sebelumnya, hujan lebat terjadi sepanjang hari.

Karena tidak kuat menahan terjangan arus sungai, bendungan pun jebol dan hancur. “Selain pasir sisa material banjir dan air yang deras, sejumlah hektar sawah juga rusak. Jalan penghubung sebagai sarana utama warga pun putus karena banjir,” tutur Bapak yang memiliki 4 hektar sawah tersebut.

Bila musim hujan tidak lagi datang, kemungkinan besar aliran sungai tidak akan mengalir karena bendungan sudah tidak ada lagi. “Apalagi air sungai menyusut disaat musim kemarau,” lanjutnya.

Sementara itu, Walinagari Tiku Utara, Amris mengatakan sejak adanya pembuatan bendungan dan normalisasi di sebagian hulu di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, arus sungai semakin kencang menerjang. Apalagi disaat musim hujan melanda daerah tersebut.

“Nagari Tiku Utara menjadi langganan banjir, jalan terban dan amblas serta longsor. Daerah kami dikelilingi sungai Batang Antokan Batang Tiku dan perbukitan. Daerah terendah dan sangat dekat dengan tepi pantai,” ungkapnya.

Selain Bendungan Jebol lanjutnya, Dua jalan utama masyarakat mengalami kerusakan parah. Satu diantaranya putus dan sudah dilakukan goro perbaikan sementara. “Normalisasi sungai adalah solusi dan harapan kami masyarakat kecil di sini. Bila tidak, bencana banjir, jalan amblas dan putus serta kerusakan lainnya akan terus menghantui kehidupan kami,” tutup Walinagari Tiku Utara tersebut. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top