Lubukbasung, Prokabar.com – Cuaca ekstrim berdampak bencana alam di hampir seluruh wilayah Kabupaten Agam sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11) hari ini. Selain Banjir Bandang menimpa tiga kolam renang di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya beserta belasan hektar sawah terendam material longsor, juga tanah longsor menutup sejumlah titik di jalur Matur menuju Palembayan.
Bupati Agam, Benny Warli langsung menyikapi kejadian tersebut dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian bencana sejak Minggu dini hari (23/11). Pihaknya telah melakukan pendataan awal terkait sejumlah bencana alam yang terjadi di wilayah Agam.
Peristiwa pertama terjadi Jorong Sungai Buluah, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Minggu (23/11). Banjir merendam rumah warga sebanyak 3 unit. Berkat tim siaga bencana cepat tanggap, kejadian itu sudah berhasil membantu pembersihan dengan mesin pompa air.
Peristiwa kedua, banjir bandang di Jorong Paninjauan, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Minggu (23/11). Menutupi akses jalan lingkar Nagari Jorong Sicawan Jorong Paninjauan sebanyak 2 titik, tertimbunnya 3 unit kolam renang beserta empat pondok saung semi permanen.
Kejadian itu juga tertimbunnya sawah dan ladang warga kurang lebih lima hektar, satu unit bangunan cafe, kolam pembibitan ikan seluas satu hektar dan terputusnya akses air bersih ke ratusan rumah warga. Saat ini, petugas sudah turun ke lapangan untuk membantu pembersihan material banjir bandang.
Di Kecamatan Palupuah, pohon tumbang di lima titik menutupi akses jalan provinsi Palupuh menuju Bukittinggi di Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, kecamata Palupuh. Kondisi telah berhasil pembersihan oleh petugas.
Masih wilayah Palupuah, tepatnya jalan kampung Pasia menuju Lurah Dalam mengalami amblas sepanjang 25 meter dan kedalaman dua meter setengah. Selain itu, sawah terendam banjir seluas tiga hektar sawah dan terancam gagal panen.
Tanah longsor menutupi akses jalan di jalan Air Kijang Simauang, Padang Manggis, Panampuang, Nagari Limo Koto Pasaman. Longsor menutup badan jalan sepanjang panjang lima sampai delapan meter dengan tinggi seratus sampai dua ratus centimeter. Petugas telah berhasil melakukan pembersihan.
Bencana besar juga melanda Kecamatan Palembayan. Enam kejadian menimpa wilayah ini, meski telah ada upaya penanganan namun masih ada yang belum dapat berbuat banyak.
Kejadian pertama Tanah longsor menutupi akses jalan provinsi cukup parah. Badan jalan terban di Jorong Pasa Palembayan, Nagari Ampek Koto dengan Panjang dua puluh meter dengan kedalaman dua puluh meter.
Pohon tumbang di Jorong Koto tinggi, Nagari Ampek Koto, Palembayan juga sempat menutup badan jalan. Namun petugas telah berhasil membersihkannya.
Tanah longsor menutupi akses jalan di Jorong Labeh, Nagari Ampek Koto, Palembayan. menutupi akses jalan sehingga kendaraan tidak bisa melaluinya. Tanah longsor menutupi akses jalan Kabupaten di Jorong Lubuak Gadang Nagari Ampek koto, Palembayan. dengan panjang 15 meter dengan tinggi 2 meter.
Di Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan menimpa satu unit rumah warga. Pemilik atas nama Dewi Sartika (40), satu unit mobil dan motor beserta perabot rumah mengalami kerusakan. Tinggi longsor mencapai panjang 30 meter dan tinggi tanah mencapai 3 meter.
9 orang warga di Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan sempat terjebak banjir. Penyelamat secara dramatis sempat berlangsung. Petugas dengan bersusah payah menggunakan perahu karet, akhirnya berhasil menyelamatkan warga tersebut.
Kecamatan Lubuk Basung, Pohon tumbang di Jorong Sago, Nagari Manggopoh sempat menutup akses jalan. Petugas juga telah berhasil membersihkannya.
Sementara itu, tanah longsor menutupi akses jalan kabupaten di Jorong Batu Hampa, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung dengan tinggi 50 centimeter sampai 100 centimeter dan panjang 6 meter sampai 10 meter. Pembersihan material telah berhasil secara gotong royong. Masyarakat kerja sama bersama alat berat perusahaan melalui bantuan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan Datuak Tambijo.
Jalan Amblas terjadi Jorong Situjo, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto
Dengan panjang 5 meter kedalaman 10 meter. Petugas telah melakukan surve dan pendataan awal. Berkoordinasi dengan PUPR untuk penanganan lebih lanjut.
Bupati Agam juga menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktifitas selama hujan dan angin kencang. Jauhi pepohonan maupun tanah tebing berpotensi bencana. Pihaknya juga mengeluarkan edaran untuk dapat menjadi pengingat.
Tidak hanya itu, Bupati Agam juga memerintahkan semua Camat Se Kabupaten Agam untuk membuat posko darurat dan menjadikan wilayah ini menjadi Tanggap Darurat. (rud)
















