Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bencana Angin Kencang Rusak 7 Unit Rumah dan Sarana Umum di Maninjau

Dibaca : 212

Maninjau, Prokabar — Angin Kencang sudah melanda wilayah Selingkar Danau Maninjau, dalam kurun waktu dua hari ini. Kencangnya angin tersebut sudah berdampak buruk pada kehidupan masyarakat sekitarnya.

Dampak pertama, adanya kematian massal ikan keramba akibat tubo belerang. Pemicunya, angin “Darek” dari Timur ke Barat pada Jumat (21/2). Sementara, pohon tumbang dan atap rumah warga berterbangan sudah mulai banyak, Sabtu (22/2).

Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai resah dan kuatir akan bencana ini. Pepohonan sekitar rumah terus dihembus kuat oleh angin kencang.

Seperti dialami Arlius (70), warga Bancah Maninjau ini mengaku terpaksa mengungsi ke rumah tetangga, akibat angin kencang mengguncang rumah tua dihuninya.

Berbeda dengan Nazirman (65), atap teras rumah dihantap atap pondok panen warga lainnya, yang diterbangkan angin kencang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Tidak lama, sekitar pukul 08.00 WIB, atap rumah pula yang diterbangkan angin.

“Setidaknya, ada 7 rumah atapnya diterbangkan angin, dan ada 4 rumah yang ditimpa pohon. Satu diantaranya, Taman Kanak-kanak Duo Sidang Bancah dan satu lagi rumah garin Masjid Ummil Qura,” ungkap Zulfiandi Datuak Putiah, Tokoh Masyarakat Jorong Bancah, Nagari Maninjau, kepada Prokabar.com, Sabtu (22/2).

Selain Nazirman, tercatat korban lain seperti Tek Man (70) dengab jumlah keluarga 4 orang, Ermi Amira (47) dengan jumlah keluarga 3 orang. TK Duo Sidang Atap dan setali dengan rumah warga, serta satu rumah warga lainnya yang belum terdata.

Tidak hanya itu, Pasar Nagari Maninjau juga menjadi korban keganasan “Angin Darek” tahun ini. Karena hanya tersisa sebagian dan dari pada membahayakan warga sekitar, masyarakat gotong royong mencopot atap bangunan pasar tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Agam, Syafrizal yang datang langsung ke lokasi, menindalanjuti kejadian tersebut. Penanganan pertama, adanya sebuah pohon menutup akses jalan Pasar Maninjau Menuju Sungai Batang. Setelah dilakukan pemotongan, akses jalan kembali normal.

Berdasarkan data yang didapat dilapangan, sekitar 8 unit banunan terkena dampak angin kencang, Sabtu (22/2) ini. Setidaknya, ada 5 unit rumah yang rusak parah. Rata-rata akibat dihantam angin kencang sejak tadi malam.

“Kami bersama Kasi kedaruratan, Ismar Budi Sapta dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, membagi tim regu untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang. Selain rumah warga, juga ada akses jalan yang ditutupi pohon tumbang,” ujarnya.

Selain di Nagari Maninjau, bencana yang sama juga terjadi di Nagari Paninjauan, Bayur, Koto Malintang, Siguhung dan Palupuah. “Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama siaga bencana dan tanggap darurat bila ada bencana alam di sekitar rumah. Selalu waspada akibat angin kencang dan pohon tumbang,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top