Agam, Prokabar.com – Bencana alam terus berlangsung melanda Kabupaten Agam, Kamis dini hari (27/11). Berdasarkan data update Kominfo Kabupaten Agam, 26 November 2025 Pukul 20.00 WIB bencana terdampak hampir semua wilayah.
Banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta jalan amblas terjadi di 14 kecamatan, yaitu Banuhampu, IV Koto, Tanjung Raya, Palupuh, Palembayan, Lubuk Basung, Malalak, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Matur, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Sungai Pua, dan Baso.
Kepala Diskominfo Agam, Roza Syafdefianti mengatakan, sejak Rabu, 19 November 2025, curah hujan tinggi memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam. Dampak bencana kerusakan masih dalam proses pendataan.
“Sejumlah rumah, fasilitas umum, jalan, sawah, dan infrastruktur terdampak banjir serta longsor. Angin kencang di beberapa wilayah turut menyebabkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang,” ungkapnya.
Untuk data sementara, korban jiwa ada dua orang. Pertama, satu orang warga hilang terbawa longsor di Kecamatan Palupuh. Kedua, satu orang warga hilang di Kecamatan Lubuk Basung karena hanyut terbawa arus sungai saat membawa ternak sapi pulang kandang. Upaya pencarian masih terus berlangsung oleh tim gabungan.
Pemerintah Kabupaten Agam melalui seluruh perangkat daerah, BPBD, TNI/Polri, dan relawan terus melakukan upaya penanganan darurat, evakuasi warga, membuka akses jalan, serta melakukan asesmen kebutuhan.
Pemkab Agam juga terus berupaya maksimal menghadapi bencana banjir dan longsor yang melanda hampir seluruh kecamatan yang ada di Agam. Terkait galodo di Malalak, tim gabungan telah berada dilokasi untuk penanganan cepat.
“Mohon doa seluruh masyarakat agar Agam segera pulih dan seluruh petugas serta warga senantiasa dalam keadaan selamat,” tutupnya. (rud)
















