Beli Premium Nontunai, Walikota Padang Protes

Penulis -

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kebijakan pembelian bahan bakar minyak premium dengan sistem pembayaran nontunai pada sejumlah SPBU menuai kritik. Salah satunya dari Walikota Padang Mahyeldi.

Menurutnya, penerapan kebijakan itu tanpa dilakukan sosialisasi sebelum ditetapkan. Hal itu membuat pengendara di sejumlah SBPU terpaksa antri.

“Saya protes, kebijakan tersebut tidak melibatkan Pemerintah Kota Padang akhirnya bikin gaduh dan terjadi antrean panjang dimana-mana, apalagi premium barangnya juga langka,” katanya, Selasa.

Menurutnya jika sistem pembayaran non tunai ini menimbulkan masalah sebaiknya dibatalkan saja.

Apalagi, kebijakan pembayaran nontunai untuk premium dilakukan dengan terburu-buru dan tidak dengan perencanaan yang matang, sebaiknya ini dievaluasi lagi karena inovasi itu untuk mempermudah bukan membuat susah,” katanya.

Ia mengajak semua pemangku kepentingan terkait mempersiapkan secara matang mulai dari teknologi, perangkat, sumber daya manusia, tata kelola, ketersedian kartu nontunai, dan pengetahuan serta pemahaman masyarakat atas kebijakan ini.

Sementara Kabag Perekonomian Kota Padang, Edi Dharma, menyebutkan saat ini sebanyak 15 SPBU dari 25 SPBU di Kota Padang telah menggunakan pembayaran nontunai dengan kartu Brizzi (BRI) dan sisanya segera akan memberlakukan pembayaran nontunai.

“Aturan ini berdasarkan nota kesepahaman Pertamina dengan Bank Indonesia pada 6 Desember 2017 dan diterapkan mulai 19 September 2018,” ujar dia.

Ia menjelaskan dari pertemuan dengan pemangku kepentingkan terkait akan dilakukan pengawasan menyeluruh terkait cara pembayaran, dengan menggunakan beberapa alternatif sebagai opsi yang lebih tepat dan lancar.

“Misalnya, penggunaan alternatif mesin gesek, pembayaran tunai atau untuk sementara menggunakan sistem pembayaran dual purpose, artinya bisa non tunai ataupun tunai sampai batas waktu yang ditentukan,” katanya.

“Karena ini menyangkut kebijakan publik yang harus diformulasikan dengan tepat, maka perlu dibentuk tim untuk mengevaluasi pelaksanaannya. Sehingga warga Kota Padang aman dan nyaman dalam pembelian BBM”, kata Edi.

Ia menambahkan pengawasan juga perlu dilakukan pada pendistribusian BBM Premium yang lebih merata, pompa premium SPBU tidak hanya satu yang aktif, serta sosialisasi atas penerapan program nontunai secara terpadu dan menyeluruh untuk diketahui masyarakat luas, dan dibentuknya tim terpadu untuk pengawasan. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB